Melung (29/6/2012),  Sebanyak 23 orang petani sayur organik yang tergabung dalam kelompok tani Pager Gunung Desa Melung mengadakan evaluasi.  Acara yang diadakan dilahan kebun sayur ini disamping dihadiri oleh petani juga dihadiri oleh pengurus kelompok yang terdiri dari team pemasaran dan team pemanenan dan juga manager pager gunung.  Evaluasi ini disamping sudah menjadi agenda juga untuk meningkatkan hasil produksi, mutu dan pendapatan baik petani maupun kelompok. 

Kebun sayur organik milik kelompok tani pager gunung ini telah berjalan 2 (dua) tahun, dengan jumlah anggota kelompok sebanyak 28 orang petani.  Dengan jumlah produksi rata-rata 100 ikat per-hari.  Lahan yang dijadika kebun sayur organik adalah tanah suksara milik pemerintah Desa Melung dengan luas kurang lebih 2 Ha.  Disamping digunakan untuk kebun sayur organik dilahan tersebut juga ada kolam ikan dan juga ada kandang sapi,  sehingga kotoran sapi bisa digunakan untuk pupuk.  Walaupun sudah berjalan selama dua tahun namun bukan berarti tidak ada persoalan yang dihadapi oleh kelompok maupun petani dalam mengelola kebun sayur organik tersebut.

Beberapa hal yang menjadi catatan penting dari hasil evaluasi adalah :

  • Penjualan yang tidak melalui satu pintu (kelompok)
  • Pengaturan siklus tanaman yang belum berjalan
  • Kebutuhan akan bibit tanaman
  • Pemanfatan lahan yang belum optimal
Untuk menjawab beberap persoalan yang ada setelah melalui perdebatan yang cukup panjang akhiri ada jalan keluar antara lain :
  • Penjualan tetap pada satu pintu, dan jika ada petani yang tetap menjual kepada tengkulak akan dikenakan biaya sewa tanah sebesar 20% dari hasil penjualan
  • Adanya siklus tanaman untuk mengatasi barang over produk yang dikhawatirkan nanti kelompok kewalahan dalam pemasaran
  • Kelompok bersedia menyediakan bibit tanaman dengan catatan nanti akan diganti setelah panen
  • Penataan dan pemanfatan lahan yang belum tergarap

Kebun sayur organik juga biasa dijadikan tempat belajar tentang pertanian organik dari mulai PAUD sampai tingkat Mahasiswa, dan juga sebagai tempat wisata organik dimana pengunjung dapat membeli sayur organik dan bisa memetik sendiri.  Sebagai tempat yang sering dijadikan aktifitas  maka idealnya ada beberapa fasilitas yang bisa membuat pengunjung betah dan nyaman.  Tidak adanya fasilitas yang memadai juga menjadi bagian yang menarik pada acara evaluasi kali ini.  Berangkat dari kebutuhan maka kemudian ada kesepakatan dari petani dan juga pengurus untuk membuat tempat orang menyalurkan hajatnya.  Namun sayangnya belum ada kesepakatan waktu untuk memulainya karena memang waktu sudah siang dan ditunda untuk dirapatkan pada minggu berikutnya.