Melung 19 Februari 2015, Pemerintah Desa Melung, masyarakat dan Perhutani melakukakan survei lokasi penebangan. Survei lokasi ini dilakukan dengan adanya rencana perhutani yang akan melakukan penebangan di hutan negara (kawasan bukit Cendana). Pemerintah Desa Melung diwakili oleh Narwin selaku Kepala Dusun II, sedang dari masyarakat diwakili oleh Rohmat serta Kurni, dan dari Perhutani diwakili oleh beberapa mandor perhutani.

Inisiatif untuk melakukan survei ini adalah berangkat dari masyarakat Desa Melung yang ingin menunjukan bahwa pada lokasi tersebut merupakan daerah resapan sumber mata air. Disamping itu pada lokasi sekitar bukit Cendana juga merupakan habitat beberapa satwa langka. Dengan harapan setelah adanya survei tersebut pihak perhutani akan membatalkan rencana penebangan di kawasan bukit Cendana.

Isu akan dilakukannya penebangan pohon damar dan puspa oleh perhutani pada bulan Maret dan April 2015 memang menjadi perhatian dan perbincangan masyarakat Desa Melung. Ketergantungan hidup terhadap hutan menjadi dasar perbicangan dengan akan adanya penebangan pohon tersebut. Hampir dalam setiap pertemuan dan perbincangan di jalan, di warung ramai membicarakan rencana penebangan tersebut. Pada umumnya masyarakat tidak menginginkan adanya penebangan pada kawasan bukit Cendana tersebut.

Sumber-sumber mata air tepat berada dibawah kawasan bukit Cendana. Sementara dari sumber-sumber mata air tersebut Masyarakat memanfaatkanya untuk kehidupan sehari-hari. Disamping itu sumber-sumber mata air tersebut juga dipergunakan untuk mengaliri sawah milik masyarakat. Beberapa alasan inilah yang kemudian mendasari masyarakat Desa Melung tidak menginginkan adanya penebangan pohon pada kawasan tersebut. Kekhawatiran terhadap adanya bahaya longsor juga menjadi alasan masyarakat tidak menghendaki adanya penebangan pohon.

Rasa peduli dan merasa membutuhkan terhadap keberlanjutan hutan di wujudkan oleh kelompok masyarakat dengan melakukan penanaman pohon di sekitar kawasan bukit Cendana. Bukan saja menanam akan tetapi mereka juga merawat serta menjaga tanaman yang telah ditanam sebelumnya. Keinginan agar hutan tetap lestari dan masyarakat dapat hidup dari adanya hutan tersebut.