Hilangnya Sumber Air

Hilangnya Sumber Air

Lahan milik desa seluas kurang lebih 0.5 Ha dimanfaatkan untuk menanam sayuran. Sepuluh orang petani yang rata-rata adalah perempuan memanfaatkan lahan tersebut. Lokasinya berada dipinggir desa sebelah timur Desa Melung.

Berbagai jenis sayuran berderet membentang. Cabai, pakcoy, kangkung, caisim, selada air, bayam dan bermacam jenis sayur lainnya dibudidayakan disini. 

Jalan atau pintu utamanya dibuat seperti lorong dari kerangka bambu. Kerangka bambu tersebut dimanfaatkan untuk merambatkan pohon labu (Welok). Sehingga jika disiang hari bisa dimanfaatkan untuk berteduh.

Kemarau seperti sekarang tak menyurutkan semangat petani. Bermodalkan dua buah ember mereka mengambil air untuk menyiram tanaman. Yang jaraknya kurang lebih 50 meter. Mereka mengambil air diselokan milik PLTA Ketenger. Bolak-balik sambil menjinjing bahkan menggendong ember dan jeligen berisi air.

Hal itu dilakukan karena sumber air yang biasa untuk mengairi lahan tersebut lagi dalam perbaikan.

 

 

 829 total views

PAUD Terpadu Satria Jaya Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1.441 H

PAUD Terpadu Satria Jaya Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1.441 H

Melung 14 November 2019. Dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW, PAUD Satria Jaya mengadakan Shalawat, dzikir serta ceramah Islamiah. Didampingi orang tua dan walimurid, anak didik PAUD Satria Jaya Melung mengikuti peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, bertempat di Gedung Aula Widaya Mandala Desa Melung.

Puluhan anak yang tergabung dalam PAUD Satria Jaya Desa Melung, melantunkan shalawat. Menggema seluruh ruangan aula dengan lengkingan suara anak-anak.

Diakhiri dengan ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Roghibul `Imdoi dari Majelis Taklim Anwarul Huda. Dalam ceramahnya menyampaikan pentingnya menanamkan keteladanan Rasululoh Muhammad SAW, bagi anak-anak.

“Berilah contoh kepada anak-anak kita, jangan hanya memberikan perintah”. Memerintahkan anak untuk ngaji, shalat  sementara kita tidak melakukan, itu juga tidak benar. Karena pada hakekatnya anak-anak akan selalu meniru apa yang kita lakukan. 

 840 total views

Comdev PLTA Desa Melung

Comdev PLTA Desa Melung

Melung, 18 Oktober 2019

Secara umum, Comdev (community development) dapat diartikan sebagai kegiatan pengembangan masyarakat yang diarakan untuk mewujudkan kemajuan masyarakat dalam kegiatan usaha.

Kepala Desa Melung, Khoerudin, S.Sos pada tahun 2018 mengajukan proposal kepada PLTA Ketenger yang  berada di Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng untuk bantuan usaha/ permodalan bagi masarakat yang memiliki usaha perorangan ataupun kelompok.

Karena di PLTA memang ada program bantuan atau yang disebut Comdev, program tersebut dianggarkan setiap tahun dikeluarkan 3 bulan satu kali /triwulan (TW).

Masyarakat Desa Melung sudah mendapatkan bantuan comdev dari PLTA seperti bantuan kepada kelompok  usaha snack/makanan ringan dan catering, warung kelompok PKK, usaha kerajinan tangan (anyaman bambu), usaha kopi (kopilung), APE (Alat Permainan Edukasi) Posyandu, Petani Sayur Organik, Karpet Masjid, dan pembuatan septitank.

bentuk bantuan kepada petani sayur organik

Pemberian Comdev dari PLTA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bantuan tersebut diberikan langsung dari pihak PLTA kepada penerima. Program ini sangat bermanfaat untuk masyarakat desa Melung.

bentuk bantuan kepada petani sayur organik

Semoga ke depan program ini berlanjut dan semakin berkembang. Ucapan terimakasih disampaikan oleh Pemerintah Desa Melung kepada PLTA Ketenger.

 

 627 total views

Verifikasi Desa ODF

Verifikasi Desa ODF


Senin, 7 Oktober 2019

Pemerintah Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas melaksanakan kegiatan pendampingan kepada Tim Verifikasi Desa ODF (Open Defecation Free). Dalam hal ini yang dimaksud ODF adalah kondisi ketika setiap individu / masyarakat tidak buang air besar (tinja)  sembarangan, tidak ke kolam/ sungai. Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit di lingkungan, sehingga untuk mencegah perilaku ini harus dilakukan kegiatan pemantauan langsung dan bimbingan dari Dinas terkait (Dinas Kesehatan dan Tim dari Kabupaten) dengan didampingi para Kader Kesehatan Desa Melung, Tim dari Puskesmas, Kecamatan dan Perangkat Desa serta Babinkamtibmas dan Babinsa Desa Melung. Guna menyadarkan masyarakat agar semua rumah bisa memiliki jamban dan septitank.

Tim Verifikasi Desa ODF

Sebelum melakukan verifikasi di tiap RW/ grumbul, tim dan pendamping berkumpul di Aula Widya Mandala Desa Melung untuk membagikan tim yang turun ke rumah-rumah warga.

Bimbingan kepada warga dari tim verifikasi

 

 

Kepala Desa Melung menyampaikan bahwa capaian perilaku bebas buang air besar sembarangan belum mencapai 100%, artinya masyarakat masih ada yang buang air besar sembarangan (BABS) ke kolam/ sungai. Pemerintah Desa Melung untuk tahun ini menganggarkan 50 juta untuk bantuan jambanisasi (pembuatan jamban dan septitank).

 

 

 

 

 

 

 

 

Kemudian dari pihak Kecamatan menyampaikan bahwa Desa Melung akan menjadi desa ODF di Kecamatan Kedungbanteng, dan harus siap diverifikasi. Di Desa Melung baru 80% yang memiliki septitank. Minimal tahun 2020 sudah 100%.

Dan dari pihak Kabupaten menyampaikan bahwa kegiatan verifikasi ini akan memilih langsung rumah warga untuk diverifikasi yang didampingi oleh pemerintah desa dan kader kesehatan. Pihak Kabupaten juga bersyukur karena desa Melung sudah menganggarkan untuk program kesehatan seperti jambanisasi, kegiatan posyandu dan kegiatan posbindu.

Foto bersama setelah kegiatan verifikasi


Kegiatan verifikasi ini sangat bermanfaat untuk masyarakat Desa Melung dan semoga bisa menjadi contoh yang baik bagi desa lain.

 

 3,230 total views,  2 views today

Pelatihan Membuat Bunga Dengan Limbah Plastik

Pelatihan Membuat Bunga Dengan Limbah Plastik

Jumat, 4 Oktober 2019

Pemerintah Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas mengadakan kegiatan pelatihan membuat bunga dari limbah plastik (sampah non organik) yang dihadiri oleh ibu-ibu PKK Desa Melung dan narasumber dari Desa Melung yaitu Kamsiti (25).

Sambutan Kepala Desa Melung

“Kegiatan ini merupakan rencana kegiatan pemerintah desa Melung dalam upaya peningkatan ketrampilan masyarakat dan pengetahuan kapasitas masyarakat, yaitu dengan melibatkn ibu-ibu pkk melalui penanganan limbah sampah non organik menjadi bunga.
Di PKK nantinya kami sangat berharap bisa ditularkan kepada saudara-saudaranya dan bisa menjadi peluang usaha untuk masyarakat”, sambut Khoerudin, S.Sos selaku Kepala Desa Melung.

Praktek Pembuatan Bunga


Bahan dan alat yang digunakan sangatlah mudah yaitu kantong kresek, gunting, kawat (sebagai tangkai), tape warna hijau (gunanya untuk menutup kawat), benang sari, double tape, benang, tisu, pot (gelas plastik bekas).


Semuanya mudah dicari sehingga masyarakat bisa mempraktekannya.

 

 

 1,475 total views