Salah satu tujuan  menjadi TKW (tenaga kerja wanita) adalah untuk meningkatkan taraf kehidupan yang lebih baik.  Walaupun untuk itu harus mengorbankan segala-galanya, meninggalkan keluarga, sanak saudara dan juga meninggalkan tanah kelahiran (Negara).

Hanya untuk sebuah derajat kemuliaan hidup, kalau kehidupan dipandang dari segi materi atau harta, sebuah resiko yang terkadang tidak sebanding dengan apa yang didapat setelah semuanya dikorbankan.  Karena memang tidak sedikit resiko yang harus ditanggung setelah bekerja di Luar Negeri.  Kebanyakan dari resiko tersebut adalah kehancuran dalam kehidupan berrumahtangga.

Kehancuran tersebut dikarenakan mereka terbawa dengan gaya hidup di negara tetangga yang cenderung lebih kebarat-baratan.  Mulai dari cara berpakaian, penampilan dan yang lebih mengerikan adalah faktor kebiasaan. Terbiasa dengan selalu mendapatkan uang ternyata berpengaruh ketika sudah pulang mereka akan ketagihan untuk bekerja kembali menjadi TKW.

Makanya akan sangat penting apabila ada semacam NGO atau lembaga baik pemerintah maupun swasta yang ditempatkan untuk membina TKW saat di luar negeri maupun sesudah mereka kembali.  Karena memang dibeberapa negara tujuan TKI mengijnkan atau mempunyai aturan untuk mengistirahatkan pekerja minimal 1 hari dalam seminggu.

Pada kesempatan libur inilah yang terkadang dipergunakan oleh sebagian TKW untuk berkumpul sesama TKW yang merasa satu negara.   Dan hal inipun kalau menurut beberapa mantan TKW terkadang waktu istirahat dipergunakan untuk hal-hal yang tidak benar.  Seperti mengadakan pesta, nyanyi-nyanyi dan terkadang disertai dengan minum-minuman keras.

Dari kebiasaan-kebiasaan yang tidak sesuai dengan perilaku bangsa inilah yang kemudian dibawa pulang ketanah kelahiran atau kampung halaman.  Sebut saja namanya Bunga (27) mantan seorang TKW yang sudah bolak-balik keluar negeri.   Dengan gayanya yang tentu saja tidak sesuai dengan kebiasaan orang kampung, dan tanpa risih memamerkan perilaku yang kurang sedap untuk dipandang mata.  Seperti merokok, mengecat rambutnya yang sebenarnya bagus hitam bergelombang akan tetapi setelah dicat warna merah malah jadi kurang menarik.  Bukan hanya itu dalam penampilan dan cara berpakaianpun sudah tidak menunjukan adat ketimuran yang tidak akan berani untuk memperlihatkan sebagian auratnya.

Dan ternyata kebiasaan-kebiasaan di luar negeri seperti pesta dengan minum-minuman masih dipraktekan di kampung atau di desa, bahkan karena dengan membawa setumpuk uang dari hasil di luar negeri lalu mulai mengajak dan mempengaruhi banyak teman yang lain di desanya, sungguh sangat disayangkan apabila remaja desa yang masih lugu akhirnya harus terpengaruh oleh perbuatan satu orang yang eks TKI.  Kalo sudah seperti ini maka masalah baru yang harus dihadapi orang desa.