Jendela sebagai pintu masuk maling

Pagi itu seperti biasa Agus Waluyo (31) sebagai penjaga SLTP N 3 Kedungbanteng, datang kurang lebih pukul 05.30 Wib ke sekolah tersebut. Kedatangan Agus adalah untuk mematikan lampu-lampu penerangan di sekitar lokasi SLTP N 3 Kedungbanteng. Agus panggilan penjaga sekolah tersebut merasa ada yang aneh ketika semua lampu telah mati. Agus lebih terkejut lagi ketika menyaksikan begitu banyak tapak-tapak kaki yang mencurigakan.

Tak perlu waktu lama ketika kemudian Agus menyadari bahwa telah terjadi pencurian di sekolah tersebut. Dua buah jendela dibelakang sekolah telah berada dalam kondisi terbuka dan nampak bekas dibuka secara paksa.

Menyadari hal itu Agus kemudian melaporkan keadaan tersebut kepada staf TU di SLTP N 3 Kedungbanteng. Staff TU kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kedungbanteng lewat telephon seluler. Beberapa menit kemudian datang mobil patroli dari Polsek Kedungbanteng ke tempat kejadian perkara.

Sementera dari hasil olah TKP (tempat kejadian perkara), mula-mula pencuri tersebut naik ke genteng dengan cara memanjat tiang antena. Kemudian si pencuri mengamati dari atas plafond dengan cara melubangi eternit. Dimungkin pencuri akan memasuki ruangan tersebut akan tetapi karena kondisi lantai terlalu tinggi sehingga kemudian mengurungkan niatnya. Hal itu dibuktikan dengan rusaknya sebagian eternit dan beberapa eternit yang basah akibat terkena air hujan. Tidak bisa masuk melalui eternit, kemudian pelaku pencurian masuk melalui pintu jendela bagian belakang dari sekolah tersebut.

Berdasarkan keterangan dari salah satu guru di sekolah tersebut bahwa pencuri berhasil membawa 4 (empat) buah monitor 2 (dua) set perangkat komputer dan satu buah laptop merk samsung. Diperkirakan kerugian akibat kejadian tersebut mencapai Rp. 17.295.000,- (tujuh belas juta dua ratus sembilan pulh lima ribu rupiah).