IMG20151114145911Melung 14 November 2015, Sore itu nampak serombongan anak-anak memasuki halaman kantor Desa Melung. Mereka adalah siswa kelas 5 (lima) SD Negri Melung, yang akan belajar mengenal teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Dengan berbekal tas gendong yang isinya (mungkin) buku dan pensil nampak bersemangat memasuki ruang CAP.

Ruang dengan ukuran 4×6 meter persegi merupakan sebuah ruang dimana masyarakat bisa belajar TIK. Ruang tersebut sering disebut ruang CAP (comunity akses point), dalam ruangan tersebut terdapat 8 (delapan) unit perangkat komputer. Di tempat inilah masyarakat Desa Melung biasa belajar mengenai teknologi informasi dan komunikasi. Mulai dari siswa sekolah dasar (SD) negeri Melung, sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP N 3 Kedungbanteng) dan juga masyarakat umum lainnya.

Pembelajaran pengenalan TIK untuk siswa SD di bimbingan Bhineka Ceria Purwokerto, sebuah program dan gerakan HMI cabang Fisipol Unsoed Purwokerto. Pembelajaran kali ini adalah lanjutan dari pembelajaran sebelumnya, setelah sempat terhenti beberapa bulan.

Kegiatan pembelajaran yang di mulai dari pukul 14.00 wib ini diikuti lebih dari 15 (lima belas) siswa pada setiap kali pembelajaran. “Dengan banyaknya anak dalam setiap pembelajaran sebenarnya kurang fokus apalagi hanya dengan 8 (delapan) unit komputer dan itupun ada beberapa yang rusak” Tutur Itsnain Ginanjar Bagus Setiadi salah satu anggota Bhineka Ceria Purwokerto.

Dalam setiap kali pelatihan yang dilakukan seminggu dua kali (Sabtu dan Minggu) sedikitnya 3 (tiga) orang dari Bhineka Ceria datang ke Desa Melung. Mereka dengan sukarela mengajarkan bagaimana menggunakan komputer mulai dari membuka, kemudian mematikan serta menulis tentunya sebagai bagian awal dari penegenalan teknologi informasi dan komunikasi.