Pendirian tenda pengungsian

Pagi mendung mengelayuti Desa melung. Namun tak mengurangi semangat forum PRB Desa Melung dalam mengikuti simulasi bencana erupsi Gunung Slamet. Gladi lapang diawali dengan simulasi pendirian barak pengungsian dan pendirian dapur umum. Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng disiapkan menjadi desa tangguh bencana. Keberadaannya yang berada di kaki Gunung Slamet menjadi alasan kenapa Desa melung disiapkan menjadi desa tangguh bencana. Disamping topografi Desa Melung yang berbukit-bukit dan kerap terjadi bencana seperti angin ribut dan juga tanah longsor.

Setelah diadakan pelatihan selama kurang lebih dua bulan, pada pagi ini Rabu (25/12) diadakan simulasi bencana. Simulasi ini adalah mempraktekan secara langsung apa-apa yang harus dilakukan pada saat atau sebelum bencana. “Bahwa masyarakat Desa Melung semestinya sudah siap ketika menghadapi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu” demikian sambutan dari Cahyono perwakilan dari BPBD Kabupaten Banyumas. Setidaknya setelah melalui pelatihan desa tangguh bencana ini masyarakat akan mampu mengurangi resiko akibat bencana, imbuhnya.

Latihan menggunakan HT

Setelah mengikuti pelatihan desa tangguh bencana masyarakat mengerti bahwa bencana tidak bisa ditolak namun bahaya bisa dihindari dengan melakukan pengamatan dan waspada terhadap ancaman bencana. Kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana sampai dengan ketika sudah terjadi bencana menjadi tujuan dalam pelatihan desa tangguh bencana.

Disamping melibatkan warga masyarakat dalam gladi lapang penangulangan bencana juga dihadiri oleh anggota Polisi Sektor Kedungbanteng, Koramil dan juga Puskesmas yang membantu dalam urusan medis.  Nampak hadir juga team Orari Kabupaten Banyumas.