Tanaman perlu pagar agar aman dari serangan babi hutan

Beberapa bulan terakhir  Babi Hutan kembali menyerang tanaman yang ditanam oleh penduduk Desa Melung.  Petani dibuat resah oleh serangan Babi Hutan (Celeng) tersebut.   Umumnya Babi Hutan menyerang tanaman seperti padi, jagung dan ketela, biasanya serangan dilakukan pada malam hari.

Padahal dari hasil pertanian tersebutlah segala macam kebutuhan hidup bisa di cukupi. “Untuk menanam sebatang pohon singkong pun susah, karena baru saja mulai tumbuh sudah diserang oleh hama celeng, bukan hanya tanaman umbi-umbian saja yang menjadi sasaran hama babi hutan pohon pisang, tanaman kelapa yang masih barupun tak luput dari serangan celeng” seperti dituturkan Suwarjo salah seorang petani.

Beberapa warga sudah melakukan pencegahan dengan memasang jerat namun hal inipun belum bisa membuahkan hasil.  Dan untuk meminimalisir serangan hama celeng para petani membuat pagar (srisig) yang terbuat dari bambu.

Meski demikian petani juga melakukan harus jaga malam dilahan sawahnya karena tidak menutup kemungkinan celeng bisa menembus masuk ke lahan dan merusak tanaman yang ada.  Kalau sebalumnya celeng keluar dari sarangnya menjelang sore atau malam hari namun sekarang ini celeng bisa keluar sewaktu -waktu bahkan siang haripun dilahan perhutani warga sering menjumpai ketika sedang mencari rumput.

Rencananya warga akan bersama-sama melakukukan perburuan dilahan perhutani yang selama ini menjadi tempat atau sarang celeng namun berhubung masih dalam suasan puasa kemungkinan rencana untuk berburu diundur.

Sebelumnya perburuan memang  sudah pernah dilakukan baik oleh warga maupun dari petugas perbakin namun karena wilayahnya yang cukup luas dan kondisi geografis yang berbukit cukup menyulitkan  pemburu. dengan kondisi seperti ini sangat  memudahkan celeng untuk berpindah-pindah tempat mencari lokasi yang aman.