Tepat tanggal 25 Mei 2013 para PCL ( petugas pencacah lapanga ) st2013 sensus pertanian diwilayah Desa Melung dan Kutaliman, dapat menyelesaikan tugas pekerjaan mereka sesuai jadwal yang telah ditentukan.  Sejak tgl 1 s/d 9 Mei 2013 periode pertama yaitu P ( penyisiran ) dari tgl 11 s/d 25 Mei pencacahan L.Untuk pencacahan meliputi isian /  berbagai pertanyaan  antara lain pertanian padi dan palawija, pertanian Holtikultura, perkebunan, perikanan, peternakan, dan kehutanan, untuk wilayah Melung yang tentunya hampir semua ada kecuali perikanan yang sangat sedikit, lain dengan yang desa di bawah yang paling meliputi pertanian padi dan perikanan.

Untuk team Melung ada 3 orang ditambah 1 pcl orang dari Kutaliman, terdiridari 1 Kortim M.SOIM. F, 3 orang pcl al : 1.Sulastri, 2. Surtini Stiawati, dan 3. Mukhlisin ( dari Kutaliman ). Team ini kebagian wilayah kerja 9 Blok sensus, 4 Blok sensus untuk wilayah Kutaliman terdiri dari 9 RT, dan 5 Blok sensus terdiri dari 17  RT untuk wilayah Melung menjadi 624 Rumah tangga pertanian yang harus selesai dalm kurun waktu15 hari dan setiap pcl harus bisa menyelesaikan 15 rumah tangga per hari. Menurut salah sorang pcl Surtini dirasa sangat berat, bagaimana tidak berat, harus meninggalkan anaknya 3 orang yang paling kecil yang berumur 2 thn, dia berangkat dari jam 10.00 pagi hingga terkadang sampai pukul 21.00 malam, belum lagi hujan, dengan kondisi medan naik turun, dari satu rumah kerumah tangga lainya sangat jauh ada yang ditempuh 30 menit hanya menuju 3 rumah tangga diwilayah Depok dengan jalan sangat menanjak dan terjal, itu diwilayah Desa Kutaliman dan Melung.

Untuk hal tulisan pun / pengisian blangko L penulisanya harus rapi sesuai Abjad dan angka serta marking yang disemua berkas harus clean / bersih, karena untuk penginputan data lewat computerisasi. Namun semua itu tidak menjadi masalah dan kendala bagi mereka berempat. Buktinya mereka dapatmenyelesaikan tugas dengan tepat waktu yang dibandingkan dengan team dari desa lain yang cuman ada kebagian 250 rumah tangga dengan waktu yang sama. Yang sangat disayangkan adalah data data tersebut semua menjadi milik BPS, yang sebenarnya disesapun sangat membutuhkan data /file tersebut.

Belum lagi ketika menemukan seorang responden yang cerewet baru mau masuk sudah diberondong dengan beberapa pertanyaan dan dengan wajah yang sinis dan cemberut, “Janen disensusi baen nggo ngapa  ? kaya arep diwei bantuan tok, paling paling ya ngko pajege dadi mundak ” dan itu adalah kejadian benar benar yang dialami para pcl dilapangan. belum lagi dari pertanyaan pertanyaan isian ada yang menjawab dengan jujur dan ada yang jawaban dengan tidak jujur / tidak sesuai kondisi di lapangan.