Tenaga Pengajar PAUD Terpadu Desa MelungHari ini  tepat 10 tahun lahirnya Rintisan Pendidikan Anak Dini Usia (PADU) Model Kelompok Bermain Pola Pedesaan yang diberi nama Satria Jaya yang diresmikan oleh Siswoyo S.Pd M.PD pada tanggal 5 Agustus 2002 yang kala itu menjabat sebagai Kasubdin PLS dan Olah Raga Kabupaten Banyumas di rumah Maryono RT 01/Rw 01 Desa Melung PADU ini merupakan hal yang baru dan pertama di Kecamatan Kedungbanteng.  Kegiatan pembelajaran yang saat  itu masih harus menumpang dirumah warga karena lokal untuk sarana belajar belum ada.  Perjalanan pendidikan pra sekolah yang pertama ada di Desa Melung untuk yang pertama sangat diminati dengan siswa sebanyak 52  orang.  Proses perjalanan dari PADU menjadi sekaranng ini PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) memberikan semangat pendidikan tersendiri bagi warga di Desa Melung. Membangun sebuah pondasi pendidikan kepada anak usia dini butuh komitmen dan tanggung jawab yang penuh dari para pelaku pendidikan di Desa.  Bicara soal gaji tenaga pendidik memang tidak memadai tidak tidaklah tepat, bicara insentif pun masih kurang pas, yang sedikit mengena mungkin dengan istilah uang sabun, karena memang cukup untuk membeli sabun dan hitung-hitungannya kurang lebih seperti ini,  dibantu dengan keuangan dari ADD sebesar Rp. 1.800.000,- pertahun ditambah dengan iuran masyarakat sebesar Rp. 500,- perbulan ditambah lagi sumbangan kegiatan belajar sebesar Rp. 5.000,- per siswa per bulannya pada awal pendirian Kelompok Bermain kalkulasi dana yang dikelola untuk kegiatan belajar mengajar sebesar Rp. 550.000,- dengan tenaga pengajar 3 orang guru, belum lagi untuk kegiatan organisasi tingkat Kecamatan.  Padahal konon Pendidikan Anak usia dini memegang peran penting karena anak dalam masa usia keemasan (golden age).  Tetapi kondisi ini masih bernasib baik karena dukungan pemerintah desa yang komitmen tentang pendidikan dan peningkatan sumber daya manusia sehingga sedikit banyak membantu atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan.  Sayangnya ADD yang diterima dari tahun ke tahun dengan besaran yang sama ini diikuti dengan penerimaan ADD Pamerintah Desa yang tidak pernah mengalami kenaikan.  Dan masih banyak para tenaga pengajar yang mendapatkan “uang sabun” hanya sebesar Rp. 50.000,- per bulan karena dengan mengandalkan uang sumbangan wali murid tanpa ada dukungan dari pemerintah desanya.

Perjalanan pendidikan pra sekolah terus meningkatkan kualitas baik dari sisi tenaga pengajar juga sarana pendukung lainnya.  Dan sekarang tahun 2012 dengan mengembangan PAUD Terpadu yang untuk tingkat Kecamatan merupakan pelopor untuk kegiatan ini.  Bahkan tingkat Kabupaten pun baru beberapa lembaga yang melaksanakan kegiatan PAUD Terpadu yaitu Kelompok Bermain dan TK dalam satu managejemen walaupun dengan bidang yang berbeda karena Kelompok Bermain masuk dalam pendidikan non formal dan TK masuk dalam pendidikan formal. Capaian siswa yang terjaring dalam pendidikan pra sekolah sudah mencapai kurang lebih 90% dari total penduduk dalam kategori usia 4-6 tahun dengan jumlah siswa 340 siswa telah menempuh pendidikan pra sekolah yang berarti rata-rata siswa yang masuk ke pendidikan dasar (SD) per tahun mencapai kurang lebih 40 siswa.

Setelah PAUD berdiri maka penyelenggaraan Kejar Paket B dilaksanakan untuk memberikan layanan pendidikan kepada mereka-mereka yang kurang beruntung dengan meluluskan 29 siswa.  Dilanjutkan dengan Kejar Paket C dan SD-SMP Satu Atap. Lambat laun  pada tahun-tahun mendatang minimal warga Desa Melung paling rendah sudah berpendidikan SMP.