Budaya adalah kebiasaan yang telah dilakukan sejak dahulu dan dilakukan secara terus menerus. Menyampaikan informasi yang terkandung didalamnya baik secara tertulis maupun lisan, merupakan hal yang paling penting. Sehingga dari generasi ke generasi akan memiliki pengetahuan dengan harapan budaya tersebut tidak akan punah.

Salah satu budaya dari Masyarakat Desa Melung yang sampai sekarang masih dilaksanakan adalah ruwat bumi. Budaya ruwat bumi ini merupakan salah satu bentuk upacara ritual tradisional untuk menyampaikan ucapan rasa syukur. Rasa syukur atas rezeki yang didapat dari pemanfaatan kekayaan alam yang ada di sekitarnya. Mengingat sebagian masyarakat Desa Melung sangat menggantungkan hidupnya pada keberlangsungan lingkungan.

Disamping rasa syukur atas keberkahan yang telah diterima, ruwat bumi juga menjadi sebuah acara untuk merenenungi atas perilaku manusia terhadap lingkungan. Yang sudah barang tentu akan disertai dengan do`a-do`a pengharapan demi terciptanya kesejahteraan umat manusia dan juga alam semesta.

Untuk mencapai tujuan tersebut, seperti pada tahun sebelumnya pada tahun inipun Masyarakat Desa Melung secara rutin mengadakan ruwat bumi. Sedangkan ruwat bumi yang akan dilaksanakan pada Hari Rabu Wage (11/10) akan mengangkat tema “Nyawiji Tumujuning Pepadhang”.

Arak-arakan hasil bumi, arak-arakan sesaji dan arak-arakan pusaka akan mengawali prosesi upacara ruwat bumi. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sesaji dari kamituo desa kepada Kepala Desa. Do`a bersama menjadi bagian yang tidak terlewatkan tentunya. Kemudian setelah ruwat ada juga rebut sesaji atau ngalab berkah. Terakhir adalah pada bagian penutup akan digelar pertunjukan wayang kulit dengan Dalang Ki Guntur Riyanto dari Kota Cilacap.