Rumput Gelagah

Rumput Gelagah (Saccharum spontaneum) adalah jenis tanaman yang tumbuh secara liar dihutan. Sekilas nampak rumput ini tidak begitu bermanfaat karena hanya mengganggu tanaman masyarakat sehingga petani selalu membabatnya ketika melakukan pembersihan lahan tujuannya agar tidak mengganggu tanaman yang ada. Dan hanya dimanfaatkan untuk pakan ternak dan pembuatan sapu.

Tumbuhan yang hidup tumbuh bergerombol ini memiliki akar yang sangat kuat sehingga bisa di manfaatkan untuk mencegah terjadinya erosi. Kebanyakan rumput gelegah ini tumbuh didataran tinggi dan berada di tanah yang cukup miring dan tinggi batangnya bisa mencapai 2-3m. Tanaman ini tumbuh sepanjang tahun, dan biasanya musim bunga rumput gelagah antara bulan Juli-Agustus. Meskipun selain bulan juli-agustus juga kita akan menemukanya namun tidak sebanyak pada saat musim bunga.

Desa Melung yang berada di lereng sebelah selatan Gunung Slamet yang berbatasan langsung dengan hutan negara memiliki potensi sumber daya alam yang belum di manfaatkan secara optimal salah satunya adalah rumput gelagah.

Sebagian masyarakat sudah tahu bahwa bunga rumput gelagah ini juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan sapu, namun mereka tidak pernah berfikir untuk memanfaatkan bunga rumput gelagah ini untuk dijadikan sebagai barang yang mempunyai nilai jual. Selain dimanfaatkan sebagai pakan ternak sebagian masyarakat sebenarnya sudah ada yang memanfaatkan bunga rumput gelagah ini untuk membauat sapu namun masih sebatas untuk kebutuhan sendiri.

Selama ini yang lebih banyak memanfaatkan gelagah untuk dijadikan sapau adalah dari desa tetangga seperti Kutaliman, Kalikesur dan sekitarnya, bahkan hasil bumi lainyapun mereka lebih banyak mengambil dari Desa Melung selain gelagah mereka juga memanfaatkan bambu yang ada dihutan sebagai gagang sapu. Sebenarnya potensi ini sangat bagus namun masyarakat Melung sendiri belum ada yang mempunyai inisiatif untuk mengelolanya mungkin karena keterbatasan informasi dan juga pengetahuan yang dimilikinya masih terbatas.