Untuk meningkatkan pola hidup bersih dan sehat di Desa Melung, Mahasiswa KKN IAIN kelompok 36 membuat program kerja Penyuluhan Hidup Bersih dan Sehat, sehingga warga melung dapat menciptakan masyarakat yang mandiri, berkualitas seta sejahtera begitulah kata Bapak Khoerudin Kepala Desa Melung dalam sambutan pembukaan kegiatan Penyuluhan Hidup Bersih dan Sehat. Bapak Khoerudin pun berharap jika nantinya penyuluhan ini dapat memotivasi warga melung untuk hidup besih dan sehat guna meningkatkan taraf hidup warga Melung.
Kegiatan Penyuluhan Hidup Bersih dan Sehat diisi oleh petugas Puskesmas Kecamatan Kedung Banteng yaitu Ibu Juwita dan Bapak Tegar dengan materi Gizi Seimbang dan Pola Hidup Bersih dan Sehat.
Materi Gizi Seimbang diisi oleh ibu juwita, beliau menyampaikan bahwa sanya setiap orang perlu asupan gizi yang seimbang, sehingga tidak terjadi kelainan terhadap keturunannya, seperti yang banyak terjadi di masyarakat sekarang ini yaitu Stunting atau yang kita sebut dengan kerdil/badannya pendek, hal tersebut disebabkan karena kekuangan gizi seimbang yang tidak hanya diperoleh saat sudah lahir namun juga saat anak tumbuh di kandungan. Penting untuk setiap anak menerima asupan gizi seimbang sejak awal, karena gizi seimbang sangat mempengaruhuri pertumbuhan anak. Tahun pertama sampai tahun kelima sangat dianjurkan anak-anak menerima asupan protein lebih banyak, karena pada masa ini pembentukan serta pertumbuhan anak-anak, kemudian tahun kelima sampai menuju lansia untuk memperbanyak karbohidrat untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya dan untuk usia lansia untuk mengurangi konsumsi lemak agar mengurangi berbagai penyakit yang akan timbuk ketika mengkonsumsi lemak terlalu banyak.
Dalam penyampaiannya tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat, Pak Tegar lebih menghususkan kepada Pola Hidup Bersih dan kesehatan Lingkungan. Beliau lebih mengfokuskan pada Penggunaan Air bersih untuk kebutuhan warga, dimana kebutuhan akan air sangat tinggi bagi tubuh. Namun perlu diingat bahwa yang namanya bersih tidak hanya dilihat dengan mata saja, namun juga melalui beberapa tahapan agar dapat disebut bersih/higiene. Seperti, menguras bak mandi secara berkala, mencuci tempat minum setiap mau diisi ulang, tidak membuang feses langsung kekolam ikan namun melalui septictank. Karena feses yang dibuang secara sembarangan akan banyak menimbulkan penyakit, tidak hanya untuk diri sendiri namun juga untuk orang lain. Dan dari feses pula kita dapat melihat apakah pola hidup kita baik atau tidak. Stunting yang terjadi tidak terlepas dari pola hidup bersih dan sehat. Konsumsi air yang besih pun mempengaruhi pola hidup seseorang, karena lingkungan pun menjadi salah satu faktor terjadinya stunting.
Perlu membiasakan diri untuk mencuci tangan pakai sabun dengan benar, meminum air yang sehat dan bersih serta membuang sampah pada tempatnya, agar penyakit pun akan sungkan untuk mendekati kita. Dengan pola hidup yang bersih dan sehat kita tidak hanya menyelamatkan diri kita sendiri, namun juga generasi penerus kita.

Diharapkan penyuluhan hidup bersih dan sehat ini dapat memberikan informasi serta pemahaman yang lebih dan menyadarkan kita semua untuk dapat memperbaiki pola hidup kita untuk menyelamatkan masa depan bangsa.

Melung, 26 April 2017
Lia Imroatul Mufidati, PGMI IAIN Purwokerto