Sedekah Bumi 2009Dari hasil rapat panitia Ruwat Desa Tahun 2012 pada tanggal 21 September 2012 yang dipimpin langsung oleh Sudarso selaku ketua. Rapat yang dihadiri cukup banyak peserta baik panitia maupun para tokoh budaya dan tokoh masyarakat mufakat untuk menetapkan beberapa hal :

  1. Rencana pelaksanaan Sedekah Bumi tanggal 6 Desember 2012
  2. Dalang ruwat adalah Ki. Dalang Teguh dari Kelurahan Pabuaran Purwokerto
  3. Penggalangan dana swadaya adalah menarik warga pemilik tanah warga desa adalah sebesar Rp. 10.-/m2, Sedangkan pemilik tanah yang ada di desa Melung namun bertempat tinggal bukan di desa dikenakan tarikan sebesar Rp. 20,-/m2 dengan argumen bahwa mereka tidak pernah melakukan kerja bakti/gotong royong, tidak ada ronda.
  4. Penarik dana dari masyarakat dalam desa adalah para ketua RT dan RW, serta untuk yang berada diluar desa adalah Perangkat Desa.

Panitia juga sangat terbuka kepada siapa saja atau donatur yang berkenan mengulurkan bantuan untuk susksesnya pelaksanaan Sedekah Bumi ini. Mengingat kebutuhan yang cukup banyak untuk mengadakan event budaya ini.  Sebagaimana pada pelaksanaan Ruwat Desa tahun 2006 diadakan semacam pameran hasil bumi dan bazar yang pelaksanaannya selama 2 hari, dan pada tahun 2009 diadakan sebelum acara inti diadakan sarasehan, tarikan kolosal dari SD Negeri Melung, pentas budaya ebeg.  Sedangkan pada tahun ini panitia masih merancang kegiatan yang lebih menarik dari tahun-tahun sebelumnya, namun mengingat biaya yang tidak sedikit dan kemampuan warga untuk berswadaya tidak begitu banyak mengingat beban hidup mereka dan rata-rata warga kami masih kurang mampu.

Selanjutnya Kepala Desa juga menyampaikan kemungkinan kegiatan ini akan dapat berkolaborasi dengan lahirnya sebuah gagasan tentang desa harus mulai membangun desanya sendiri dengan kekuatan yang ada, dan dengan perencanaan yang matang yang terbentuk di Desa Melung pada tahun 2011 yaitu Gerakan Desa Membangun.  Dan apabila acara Sedekah Bumi ini akan dapat menjadi rangkaian kegiatan bersama maka sudah barang tentu membutuhkan pembiayaan yang lebih besar lagi, karena bertepatan dengan 1 tahun lahirnya gerakan desa membangun dan ini akan segera dibicarakan pada lain waktu dengan desa-desa lainnya.

Dari musyawarah ini yang menarik adalah tercatatnya segala tata cara adat, sesaji dan pernak pernik untuk keegiatan sedekah bumi atau ruwat bumi, transfer pengetahuan dari para tokoh budaya dan tokoh tua desa yang selama ini mengandalkan ingatan kini tercatat dalam sebuah dokumen desa sehingga akan menjadi acuan untuk generasi mendatang, hanya saja proses dokumentasi dalam sebuah film masih belum ada.