Elang Jawa

Elang Jawa (Garuda) Siap Dilepasliarkan

Melung 8 November 2012, Persiapan pelepasliaran Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) yang akan dilepasliarkan di lereng sebelah selatan bukit cendana Desa Melung memasuki tahap pembuatan kandang habituasi.  Kandang dengan ukuran 3 x 4 m dengan ketinggian 3 m ini bertujuan untuk tempat menyesuaikan Elang Jawa terhadap lingkungan sebelum nantinya di lepasliarkan pada tanggal 14 November 2012.  

Menurut Yanri Kurniawan (35) yang merupakan seorang Polisi kehutanan dari Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak “Elang Jawa yang akan dilepasliarkan ini berasal dari PPS (Pusat Penyelamatan Satwa) Gadog, Mega Mendung Bogor yang sudah direhabilitasi selama 2 tahun”.  Dan sampai dengan saat sekarang PPS Elang Jawa tersebut diperkirakan berumur 4 (empat) tahun, lebih lanjut Yanri menjelaskan.

Dengan dilepasliarkannya Elang Jawa Agung Budi Satrio selaku Kepala Desa Melung berharap Elang Jawa ini nantinya dapat berkembang biak di sekitar wilayah Desa Melung dan masyarakat akan dapat lebih paham tentang Elang jawa yang merupakan simbol lambang Negara Republik Indonesia, serta agar masyarakat akan sadar akan pentingnya pelestarian alam dan mengurangi perburuan liar  terhadap Elang Jawa khususnya maupun untuk hewan-hewan lainnya yang dilindungi.

Dalam persiapannya kandang yang didirikan pada H-6 ternyata sedikit membuat kerepotan baik dari Balai Taman Nasional, Suaka Elang, Biodiversity Society, Pemerintah Desa, MIPL dan juga warga masyarakat karena harus menunggui dan menjaga agar Elang Jawa tersebut dalam kondisi sehat sebelum dilepasliarkan.  ”Hal inilah barangkali yang dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk dapat lebih menghargai terhadap lingkungan, karena ternyata melepasliarkan lebih sulit dan susah ketimbang pada waktu kita menangkapnya”. Hal ini disampaikan oleh Timur Sumardiyanto selaku koordinator Biodiversity Society Banyumas.

Kondisi Elang Jawa pada saat masuk kandang habitusi terlihat cukup menngembirakan terutama bagi pengawal sang Garuda dari Balai Taman Nasional yang sudah tahu dan hafal betul dengan sifat serta tingkah laku Sang Garuda.  Karena setelah masuk kandang kurang lebih 1 jam Sang Garuda sudah mau mencicipi makanan yang telah disediakan khusus untuknya.  Hal ini menunjukan bahwa Sang Garuda memang tidak stres dan tentunya cukup membuat para pengawal harus tersenyum puas dengan kinerja mereka.  Dan harapan mereka adalah agar kondisi seperti ini bisa dijaga sampai tiba nanti waktunya untu dilepasliarkan.

Dalam upaya keamanan terhadap sang Garuda (Elang Jawa) maka dibuat regu pengamanan yang bertugas untuk memantau sekaligus memberi makan selama kurang lebih 5 hari, yang melibatkan MIPL Purwokerto dan juga Pemuda dari Desa Melung.  Dalam mengamankan Elang Jawa dilakukan siang dan malam, hal ini dilakukan semata-mata agar keamanan Elang Jawa benar-benar terjamin keamanannya baik dari segi makanan, dan juga gangguan baik oleh manusia maupun yang lainya agar Elang Jawa tidak stres sebelum dilepasliarkan.