desa melungHutan Gunung Slamet memiliki luas sekitar 20.000 Ha yang tersusun atas keragaman hayati hutan hujan tropis Pulau Jawa yang semakin jarang kita ditemui.  Kawasan yang hidrologi yang sangat baik, terutama lereng barat daya, yang sangat penting untuk kebutuhan air di kawasan sekitarnya.  Potensi sumber daya air yang melimpah selama ini telah memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat, sungai banjaran dimanfaatkan oleh petani sesebagain wilayah di Kabupaten Banyumas untuk mengairi ribuan hektar sawah, juga menggerak turbin pembangkit listrik.

Ternyata selain air kawasan lereng selatan ini memiliki keanekaragaman tumbuhan dan tingginya hidrologi yang sangat baik menjadikan kawasan ini sebagai habitat yang ideal bagi species satwa liar beberapa diantaranya merupakan spesies endemik dan terancam punah, seperti Elang Jawa (Spazaetus barteisi), Owa Jawa (Hylobates moloch) dan Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas). Masih lestarinya kawasan hulu tidak lepas dari budaya dan kearifan lokal masyarakat setempat  dalam mengusahakan sumber daya alam disekitarnya.  Salah satu kearifan yang masih melekat hingga saat ini adalah “Alas kuwe omah, nek omahe dirusak, isine bubar kabeh” (hutan itu adalah rumah, apabila rumah dirusak maka isi rumah akan bubar semua).  Sangat disayangkan, masyarakat yang tinggal di pinggir hutan tidak mendapatkan manfaat yang cukup layak jika dibandingkan dengan kerusakan dalam jangka panjang yang akan timbul dari kerusakan hutan dan perburuan liar.  Hilangnya potensi hayati lokal bernilai tinggi akan membuat masyarakat semakin rentan secara ekonomi maupun budaya.  Hal ini akan menambah tinggi resiko kerusakan alam akibat ketidakberdayaan, arahan dan masukan bagi masyarakat dalam mengelola sumber daya alamnya.