:Selasa, 12 Juni 2007 – 16:20 | Kategori: Hukum-kriminal

Merdeka.com – Kepala Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, .

“Memang desa ini sering digunakan untuk latihan oleh Brimob, pecinta alam dan aktivitas lainnya, tetapi saya tidak pernah mengetahui atau melihat adanya kegiatan yang mencurigakan di sekitar sini,” kata Kades Melung, Budi Satrio, di esa Melung Banyumas, Selasa. Menurut dia, hanya satuan Brimob yang selalu mengajukan izin atau pemberitahuan, apabila hendak latihan di Desa Melung. “Untuk kelompok atau organisasi lain, jarang mengajukan surat izin,” kata dia. “Selain itu tidak ada keluhan atau laporan dari masyarakat tentang adanya kegiatan yang mencurigakan sehingga desa ini dapat dikatakan masih aman,” katanya.

Dia mengakui sebagian wilayah di desanya berupa hutan, baik hutan rakyat maupun hutan yang dikelola Perhutani. “Seperti hutan di Gunung Agaran dan Gunung Botak merupakan hutan rakyat, sedangkan yang biasa digunakan untuk latihan adalah hutan Perhutani di Gunung Cendana,” kata dia. Ia mengatakan, jalan untuk menuju Gunung Cendana biasanya melalui Grumbul Kalipagu di Desa Ketenger, Kecamatan Baturaden Banyumas. (*/cax)