Terasa membelah angin saat sepeda motor melaju naik turun mengikuti bentuk jalan yang bergelombang. Tidak ada penerangan jalan untuk malam hari. Saat-saat seperti itu harus berhati-hati karena kami tidak tahu apakah di depan ada tanjakan atau turunan yang curam ditambah dengan belokan yg cukup tajam tanpa adanya pembatas jalan. Beberapa waktu telah berlalu dari perjalanan, telah terlihat oleh kami Desa Melung walaupun samar-samar dalam gelap.

Para rombongan lelaki malam itu sudah sampai di Aula Desa Melung, bersiap membersihkan dan merapihkan untuk dijadikan tempat Opening Ceremony Soedirman Mengabdi 2013. Kami disambut baik oleh Kepala Desa Melung. Tidak hanya kepala desa, orang-orang di Desa Melung itu ramah-ramah. Setiap para mahasiswa UNSOED menggunakan almamaternya, mereka dengan senangnya tersenyum ramah. Jika diajak berbincang-bincang dengan kami, mereka akan antusias dengan apapun yg kami ingin tahu.

Beberapa orang pemuda-pemuda juga turut hadir untuk membantu. Sebut saja salah satunya Mas Sahlan, dia yang membantu saya selaku divisi acara melakukan survei untuk kegiatan belajar tani di sawah, kebun sayur dan pengolahan hutan. Saya waktu itu diajak melihat-lihat hutan untuk memastikan tempat yang akan digunakan teman-teman belajar olah hutan.

Disaat lelah, salah satu dari teman baru saya yang asli penduduk desa tersebut mengambilkan buah kelapa muda langsung dari pohonnya. Air dari buah itu sangat menyegarkan tenggorokan yang dahaga.

Tibalah hari dimana akan diadakannya acara pembukaan Soedirman Mengabdi 2013. Para panitia dan peserta sama-sama sibuk menyiapkan acara tersebut agar berjalan dengan baik. Acara tersebut dihadiri Pak Angkasa selaku dekan FH UNSOED, Pak Haerudin, BEM dan UKM-UKM. Disela-sela acara diputarlah film pendek profil Desa Melung. Alhamdulillah, baik pak dekan maupun kepala desa mendukung acara ini. Sebuah acara yang belum pernah dilakukan oleh angkatan-angkatan sebelumnya. Dimana acara baksos dilakukan selama tiga hari yang dipanitiai oleh mahasiswa baru dan juga peserta mahasiswa baru, tentunya juga dalam pengawasan dan pembinaan dari BEM FH UNSOED.

Diharapkan acara ini menjadi ajang mempererat hubungan antara mahasiswa-mahasiswa dan warga desa, agar dapat memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang ketiga, yaitu pengabdian masyarakat. Kami melakukan kegiatan yang bertemakan belajar tani dan olah hutan. Ada kelompok-kelompok mahasiswa yang belajar di lahan-lahan tertentu.

Saya dapat bagian untuk belajar menggarap lahan kebun sayur. Saya belajar mencangkul tanah dengan tujuan membersihkan lahan dari rumput liar dan mengeluarkan tanah yang subur. Walaupun terasa sebentar namun sudah terlewat satu jam, tenaga saya sudah berkurang tapi kebun sayur itu belum tergarap seluruhnya. Selagi istirahat, saya berbincang dengan ibu yang menggarap tanah itu. Dia bilang bahwa dia menggarap tanah orang lain yang jika telah panen maka hasilnya akan dibagikan kepada pemerintah, pemilik lahan, pengelola dan petani.

Banyak sekali pengalaman saat 3 hari di Desa Melung, dari mengajar anak SD, berbincang dengan warga, mengetahui kemajuan desa dan mengetahui bahwa belum samua warga disini hidupnya tambah sejahtera walaupun dengan kemajuan yang modern dari teknologi informasinya. Semoga saja akan datang berbagai bantuan bagi desa-desa agar lebih maju dengan pembinaan yang berkelanjutan.Agar semua desa di Indonesia dapat melakukan perbaikan sosial ekonomi bagi warga-warganya. Juga mengajak mahasiswa-mahasiswa melakukan upaya kreativ dan inoavatif dalam megambil bagian untuk kemajuan desa-desa disekitar maupun desa tempat asalnya.

(Wahyudi Prawiro Utomo E1A013120)

Fakultas Hukum Universitas Jendral Soedirman