Desa Dawuhan Kecamatan Banyumas dijadikan tempat untuk penyelenggaraan  lokakarya ke V Gerakan Desa Membangun (GDM) selama dua hari dari tanggal 13 – 14 Juli 2012.  Dipilhnya tempat di Desa Dawuhan bukan tanpa maksud salah satunya maksudnya dalah untuk mengembangkan gerakan desa membangun diwilayah timur Kabupaten Banyumas.  Karena lokakarya sebelumnya telah dilakukan di wilayah utara sudah tiga kali yaitu di Desa Melung, Beji dan Dawuhanwetan Kecamatan Kedungbanteng. Sedangkan wilayah barat lokakarya gerakan desa membangun  diadakan di Desa Dermaji Kecamatan Lumbir.

Disamping wilayah Desa Dawuhan Kecamatan Banyumas  merupakan cikal bakal adanya Kabupaten Banyumas, hal ini terbukti dengan begitu banyak makam-makam bersejarah para pendiri kota Banyumas. Seperti diceritakan oleh salah satu tokoh pemuda Kali Bening Desa Dawuhan Edi Mulyanto (32) bahwa Desa Dawuhan merupakan bibit atau tamtunya Kota Banyumas bahkan jauh sebelum bernama Banyumas.  Karena masih menurut Edi Mulyanto bahwa kota Banyumas dahulunya bernama Kadipaten Selarong.

Dalam Lokakarya gerakan desa membangun kali ini juga diadakan acara syukuran atau sering disebut dengan nyadran, yang dalam versi gerakan desa membangun diberi judul “Nyadran 2.0″.  Para peserta lokakarya juga dapat menikmati suasana religius yang ada di Kali Bening Desa Dawuhan Kecamatan Banyumas.

Banyaknya makam-makam bersejarah yang ada di dusun Kali Bening Desa Dawuhan kecamatan Banyumas dimana kemudian potensi tersebut dijadikan unggulan potensi desa dan disajikan dalam bentuk “ Desa Wisata Budaya Religius “.  Disamping makam-makam Bupati Banyumas yang ada di Desa Dawuhan Banyumas, juga terdapat makam Mbah Kali Bening yang umurnya sudah ratusan tahun dan masih terpelihara dan terawat dengan baik.  Untuk dapat mencapai makam Mbah kali Bening para pengunjung harus melalui jalanan batu berundak-undak dengan jarak kurang lebih 150 km. Namun para pengunjung juga diwajibkan mensucikan diri sebelum mendoakan arwah Mbah Kali Bening.

Dan untuk mensucikan para pengunjung juga dapat menikmati segarnya air yang ada didalam sumur dengan kedalaman 4 m, walau untuk dapat merasakan kesejukan dari air sumur tersebut pengunjung harus berjalan kurang lebih 150 m lagi melalui jalan setapak. Menurut Sutrimo (35) yang juga sebagai Kayim di Desa Dawuhan, banyak manfaat atau khasiat yang bisa dirasakan dan ini telah dibuktikan dengan semakin meningkatnya pengunjung dari hari ke hari.  Ketika ditanya mengenai khasiat dari air sumur Sutrimo tidak mau menjelaskan karena nantinya ada kesalahpahaman dalam berkeyakinan.  Sutrimo hanya menjelaskan silahkan saja dimanfaatkan untuk mensucikan diri dan juga bisa dijadikan penawar rasa haus karena menurutnya air tersebut higienis dan dijamin tidak akan sakit perut kalau meminumnya.