Melung 20 Desember 2018, Bambu merupakan tanaman masyarakat Indonesia yang sudah dikenal secara luas dan memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Termasuk di Desa Melung ketersediaan akan tanaman bambu cukup melimpah. Bambu juga memiliki sifat-sifat yang baik untuk dimanfaatkan, antara lain batangnya kuat, ulet, lurus, rata, keras, mudah dibelah, mudah dibentuk dan mudah dikerjakan serta ringan sehingga mudah diangkut. Selain itu, bambu juga relatif murah dibandingkan dengan bahan bangunan lain karena banyak ditemukan di sekitar pemukiman pedesaan.

Bambu banyak dipergunakan untuk keperluan alat-alat rumah tangga. Seperti cething, cepon, kunthung, tampah, dan masih banyak lagi.  Namun secara umum saat ini masyarakat konsumen tidak lagi memilih hasil kerajinan untuk memenuhi kebutuhannya akan alat rumah tangga. Hal ini karena banyak pilihan lain yang lebih modern.

Akibatnya, kerajinan tangan seperti anyaman bambu sebagai alat rumah tangga kehilangan pamor, dikalahkan oleh barang-barang yang kelihatan lebih berbau modern dan maju tersebut. Oleh karena itu diperlukan adanya peningkatan nilai fungsi dan bentuk terhadap bambu untuk dapat bersaing dengan barang-barang yang dinilai lebih modern oleh masyarakat dari segi fungsi dan bentuk yang inovatif serta sentuhan tangan manusianya sehingga bambu dapat berfungsi dan mampu menjadi daya pikat sebuah susunan tata ruang masa kini yang akan lebih disukai.

Dalam rangka menjaga warisan leluhur (kerajinan anyaman bambu) Pemerintah Desa mencoba untuk membuat pelatihan tentang anyaman bambu. Dengan harapan kerajinan bambu akan berkembang dan banyak diminati oleh masyarakat. Disamping untuk menjaga warisan leluhur, juga mengingatkan kembali agar masyarakat lebih mencintai potensi yang ada di desa sendiri. Tentu dalam pelatihan tersebut diajarkan cara membuat kunthung yang dianggap paling mudah dalam pengerjaannya. 

Pelatihan anyaman bambu ini diikuti oleh 25 orang warga Desa Melung. Narasumber juga merupakan warga setempat sehingga  kedepan akan lebih mudah dalam lanjutan setelah pelatihan selesai. Tidak perlu jauh untuk saling belajar dan berinovasi dalam hal kerajinan anyaman bambu.