Melung 9/3/2013,  Sore itu sekitar pukul 19.00 Wib Yuni warga Desa Melung mendapat kabar kalau suaminya yang sedang merantau di Pulau Bangka meninggal dunia.  Kontan saja kabar tersebut membuat Yuni (21) kaget, bingung dan berduka.  Hanya jeritan tangisnya yang meledak tak bisa dikendalikan mewakili perasaannya, anaknya yang masih berumur 4 bulan ikut menangis membuat suasana semakin memilukan. Berita kematian Suwarno Purwanto (33) sebenarnya sudah tersebar melalui SMS mulai sekitar pukul 16.00 Wib, namun Yuni sebagai istrinya baru dikasih tahu setelah pukul 19.00 Wib.   Setelah sebelumnya pihak keluarga memastikan kebenaran berita duka.  

Dua bulan yang lalu Warno berangkat merantau ke Pulau Bangka sebagai buruh penambang timah, niat untuk memperbaiki rumah memantapkan tekadnya untuk bekerja di Pulau Bangka.  Setelah sebulan lebih Warno bekerja, ia sudah dapat mengirimkan uang kepada istrinya, hasil jerih payahnya sebagai penambang timah.  Sebagian uang kiriman tersebut oleh Yuni dipergunakan untuk keperluan sehari-hari, dan sebagian lagi sudah dibelikan bahan-bahan bangunan seperti pasir, kaso, reng dan lain sebagainya.

Untung tak dapat diraih nasib tak dapat ditolak, pada sabtu 9 Maret 2013 sekitar pukul 10.00 Wib Warno bersama teman-teman seprofesinya sedang bekerja menambang timah.  Ketika tiba-tiba gundukan tanah setinggi kurang lebih 7 m longsor.  Dua rekan kerjanya berhasil meloloskan diri dari longsoran yang datang tiba-tiba.  Warno yang sedang memegang alat penyemprot tidak bisa lari menghindari longsoran sehingga tubuhnya tertimbun longsoran.

Tubuh Warno yang tertimbun longsor baru bisa diketemukan setelah dua jam melakukan penggalian dengan menggunakan alat berat.  Sulitnya lokasi hingga proses penggalian memakan waktu yang cukup lama.  Setelah tubuh korban diketemukan langsung dibawa kerumah sakit terdekat, namun nyawanya sudah tidak tertolong lagi.

Korban sampai dirumah duka sekitar pukul 06.00 Wib pagi dan setelah di sholati langsung di makamkan di pemakaman umum Desa Melung.  Dengan diantar oleh puluhan sanak, saudara dan juga tetangga menuju tempat peristirahatan terakhir.  Rasa kehilangan dan rasa tidak percaya kalau suaminya meninggal membuat Yuni beberapa kali pingsan.  korban meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang masih kecil-kecil.