Mendapatkan kabar dari sanak saudara yang sedang bekerja di luar negeri tentu sebuah kabar yang menggembirakan. Apalagi kalau bisa menyisipkan sebuah gambar atau foto tentu akan bisa dijadikan pengobat rasa kangen. Sayangnya berita atau kabar yang didapat selalu terlambat, karena proses pengiriman yang harus melalui kantor pos. Itu adalah cerita lama cerita sebelum internet masuk ke desa. Ketika informasi bisa didapat dengan mudah melalui akses jangankan hanya kabar berita, cerita tentang kehidupan sehari-hari seorang TKW (Tenaga Kerja Indonesia) pun bisa dengan mudah diterima pada saat itu juga.

Berikut adalah cuplikan kisah tentang cerita seorang TKW yang dibagikan melalui group sosial media (WhatsApp). Group yang sengaja dibuat untuk sekedar berbagi cerita dan mengobati rasa rindu akan kampung halaman. Sebutlah namanya Raisah (40) yang saat ini sedang bekerja sebagai TKW di taiwan. Suatu hari setelah mengantar majikannya berobat ke rumah sakit, dengan percaya diri Raisah menyetop sebuah taksi. Seperti penuturannya kalau mobil disana setirnya berada di sebelah kiri. Kebetulan rumah sakit yang biasa jadi langganan majikannya juga berada di kanan jalan menuju rumah sang majikan, sehingga sang majikan bisa langsung masuk kedalam mobil Mendapati sang majikan sudah masuk mobil dengan tergesa Raisah memutar hendak masuk kedalam mobil melalui pintu kiri. Tetapi pintu terkunci dari dalam dan belum dibuka oleh sang sopir taksi. Takut ketinggalan akhirnya Raisah marah sambil menggedor-gedor pintu mobil tersebut. Masih dalam kemarahannya Raisah maju mendekati pintu dimana sang sopir duduk.

Setelah kaca mobil dibuka giliran sang sopir yang marah-marah, “Kamu punya mata nggak sih?, lihat itu dibelakang kan ada mobil”. Marahnya sopir taksi itu sebenarnya tidak ditanggapi oleh Raisah. Tetapi malunya itu karena sudah terlanjur marah-marah akhirnya harus menganggung malu dimarahi di depan orang banyak.

Kisah serupa juga di alami oleh Wijayanti yang sama-sam bekerja di Taiwan. Kisahnya berawal ketika Wijayantie diajak ke suatu mall untuk makan siang. Wijayantie yang sehari-hari mengurus dua orang anak kembar itu harus rela melayani kedua anak tersebut. Sambil makan dia juag harus menyuapi kedua anak kembar tersebut.

Sampai kemudian salah satu anak kembar tersebut minta diantar ke kamar kecil, Wijayantie pun mengantar anak tersebut. Setelah kembali duduk, begitu mau menyelesaikan makannya ternyata semua sudah pada selesai makan. Dengan terburu-buru Wijayantie bermaksud ingin menyelesaikan makannya, ketika tiba tiba anak yang satunya lagi minta ke kamar kecil.

Dengan terpaksa Wijayantiepun mengantar ke kamar kecil, sementara dia mengantar ke kamar kecil sang majikan sudah menunggu di mobil. Saking terburu burunya dia tidak melihat dimana keberadaan tong sampah. Sehingga tisue yang semestinya dibuang ketempat sampah dibuang ke toilet. Dan perbuatannya ketahuan sama ofice boy dan Wijayantiepun dipanggil kembali dan dinasehati agar tidak membuang tisue atau sampah kedalam toilet. Sambil kebingungan dan merasa bersalah Wijayantie mengatakan kalau disekitar sini tidak ada tempat sampah. Dan ternyata tempat sampah ada dikolong meja tempat cuci tangan.