Hilangnya Sumber Air

Hilangnya Sumber Air

Lahan milik desa seluas kurang lebih 0.5 Ha dimanfaatkan untuk menanam sayuran. Sepuluh orang petani yang rata-rata adalah perempuan memanfaatkan lahan tersebut. Lokasinya berada dipinggir desa sebelah timur Desa Melung.

Berbagai jenis sayuran berderet membentang. Cabai, pakcoy, kangkung, caisim, selada air, bayam dan bermacam jenis sayur lainnya dibudidayakan disini. 

Jalan atau pintu utamanya dibuat seperti lorong dari kerangka bambu. Kerangka bambu tersebut dimanfaatkan untuk merambatkan pohon labu (Welok). Sehingga jika disiang hari bisa dimanfaatkan untuk berteduh.

Kemarau seperti sekarang tak menyurutkan semangat petani. Bermodalkan dua buah ember mereka mengambil air untuk menyiram tanaman. Yang jaraknya kurang lebih 50 meter. Mereka mengambil air diselokan milik PLTA Ketenger. Bolak-balik sambil menjinjing bahkan menggendong ember dan jeligen berisi air.

Hal itu dilakukan karena sumber air yang biasa untuk mengairi lahan tersebut lagi dalam perbaikan.

 

 

 271 total views

Belajar Dari Petani

Belajar Dari Petani

Ceritanya pagi ini Sabtu (10/10) empat orang dari SMA 1 Patikraja sedang menjalankan tugas sekolah. Demi sebuah tugas mereka rela menempuh jarak puluhan kilometer, dari Patikraja ke Desa Melug Kecamatan Kedungbanteng.

Adalah Firman, Bakhits, Mora dan Salsa, yang merupakan siswa dari SMA 1 Patikraja. Kedatangan empat siswa ke Desa Melung adalah dalam rangka berdiskusi dengan petani tentang budidaya tanaman pangan.

Walaupun temanya adalah diskusi tentang tanaman pangan tapi dalam diskusi lebih fokus ke tanaman selada air. Mulai dari pembenihan, penanaman, perawatan, pemanenan dan juga pemasaran.

Sebagai seorang petani, Karinah menjelaskan secara rinci dari mulai pembenihan sampai dengan pemasarannya.

Hasil diskusi tersebut dicatat dan didokumentasikan. Nantinya akan dipresentasikan disekolah.

 402 total views,  2 views today