PAUD Terpadu Satria Jaya Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1.441 H

PAUD Terpadu Satria Jaya Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1.441 H

Melung 14 November 2019. Dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW, PAUD Satria Jaya mengadakan Shalawat, dzikir serta ceramah Islamiah. Didampingi orang tua dan walimurid, anak didik PAUD Satria Jaya Melung mengikuti peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, bertempat di Gedung Aula Widaya Mandala Desa Melung.

Puluhan anak yang tergabung dalam PAUD Satria Jaya Desa Melung, melantunkan shalawat. Menggema seluruh ruangan aula dengan lengkingan suara anak-anak.

Diakhiri dengan ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Roghibul `Imdoi dari Majelis Taklim Anwarul Huda. Dalam ceramahnya menyampaikan pentingnya menanamkan keteladanan Rasululoh Muhammad SAW, bagi anak-anak.

“Berilah contoh kepada anak-anak kita, jangan hanya memberikan perintah”. Memerintahkan anak untuk ngaji, shalat  sementara kita tidak melakukan, itu juga tidak benar. Karena pada hakekatnya anak-anak akan selalu meniru apa yang kita lakukan. 

 304 total views

Comdev PLTA Desa Melung

Comdev PLTA Desa Melung

Melung, 18 Oktober 2019

Secara umum, Comdev (community development) dapat diartikan sebagai kegiatan pengembangan masyarakat yang diarakan untuk mewujudkan kemajuan masyarakat dalam kegiatan usaha.

Kepala Desa Melung, Khoerudin, S.Sos pada tahun 2018 mengajukan proposal kepada PLTA Ketenger yang  berada di Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng untuk bantuan usaha/ permodalan bagi masarakat yang memiliki usaha perorangan ataupun kelompok.

Karena di PLTA memang ada program bantuan atau yang disebut Comdev, program tersebut dianggarkan setiap tahun dikeluarkan 3 bulan satu kali /triwulan (TW).

Masyarakat Desa Melung sudah mendapatkan bantuan comdev dari PLTA seperti bantuan kepada kelompok  usaha snack/makanan ringan dan catering, warung kelompok PKK, usaha kerajinan tangan (anyaman bambu), usaha kopi (kopilung), APE (Alat Permainan Edukasi) Posyandu, Petani Sayur Organik, Karpet Masjid, dan pembuatan septitank.

bentuk bantuan kepada petani sayur organik

Pemberian Comdev dari PLTA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bantuan tersebut diberikan langsung dari pihak PLTA kepada penerima. Program ini sangat bermanfaat untuk masyarakat desa Melung.

bentuk bantuan kepada petani sayur organik

Semoga ke depan program ini berlanjut dan semakin berkembang. Ucapan terimakasih disampaikan oleh Pemerintah Desa Melung kepada PLTA Ketenger.

 

 201 total views

Verifikasi Desa ODF

Verifikasi Desa ODF


Senin, 7 Oktober 2019

Pemerintah Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas melaksanakan kegiatan pendampingan kepada Tim Verifikasi Desa ODF (Open Defecation Free). Dalam hal ini yang dimaksud ODF adalah kondisi ketika setiap individu / masyarakat tidak buang air besar (tinja)  sembarangan, tidak ke kolam/ sungai. Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit di lingkungan, sehingga untuk mencegah perilaku ini harus dilakukan kegiatan pemantauan langsung dan bimbingan dari Dinas terkait (Dinas Kesehatan dan Tim dari Kabupaten) dengan didampingi para Kader Kesehatan Desa Melung, Tim dari Puskesmas, Kecamatan dan Perangkat Desa serta Babinkamtibmas dan Babinsa Desa Melung. Guna menyadarkan masyarakat agar semua rumah bisa memiliki jamban dan septitank.

Tim Verifikasi Desa ODF

Sebelum melakukan verifikasi di tiap RW/ grumbul, tim dan pendamping berkumpul di Aula Widya Mandala Desa Melung untuk membagikan tim yang turun ke rumah-rumah warga.

Bimbingan kepada warga dari tim verifikasi

 

 

Kepala Desa Melung menyampaikan bahwa capaian perilaku bebas buang air besar sembarangan belum mencapai 100%, artinya masyarakat masih ada yang buang air besar sembarangan (BABS) ke kolam/ sungai. Pemerintah Desa Melung untuk tahun ini menganggarkan 50 juta untuk bantuan jambanisasi (pembuatan jamban dan septitank).

 

 

 

 

 

 

 

 

Kemudian dari pihak Kecamatan menyampaikan bahwa Desa Melung akan menjadi desa ODF di Kecamatan Kedungbanteng, dan harus siap diverifikasi. Di Desa Melung baru 80% yang memiliki septitank. Minimal tahun 2020 sudah 100%.

Dan dari pihak Kabupaten menyampaikan bahwa kegiatan verifikasi ini akan memilih langsung rumah warga untuk diverifikasi yang didampingi oleh pemerintah desa dan kader kesehatan. Pihak Kabupaten juga bersyukur karena desa Melung sudah menganggarkan untuk program kesehatan seperti jambanisasi, kegiatan posyandu dan kegiatan posbindu.

Foto bersama setelah kegiatan verifikasi


Kegiatan verifikasi ini sangat bermanfaat untuk masyarakat Desa Melung dan semoga bisa menjadi contoh yang baik bagi desa lain.

 

 994 total views,  2 views today

Pelatihan Membuat Bunga Dengan Limbah Plastik

Pelatihan Membuat Bunga Dengan Limbah Plastik

Jumat, 4 Oktober 2019

Pemerintah Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas mengadakan kegiatan pelatihan membuat bunga dari limbah plastik (sampah non organik) yang dihadiri oleh ibu-ibu PKK Desa Melung dan narasumber dari Desa Melung yaitu Kamsiti (25).

Sambutan Kepala Desa Melung

“Kegiatan ini merupakan rencana kegiatan pemerintah desa Melung dalam upaya peningkatan ketrampilan masyarakat dan pengetahuan kapasitas masyarakat, yaitu dengan melibatkn ibu-ibu pkk melalui penanganan limbah sampah non organik menjadi bunga.
Di PKK nantinya kami sangat berharap bisa ditularkan kepada saudara-saudaranya dan bisa menjadi peluang usaha untuk masyarakat”, sambut Khoerudin, S.Sos selaku Kepala Desa Melung.

Praktek Pembuatan Bunga


Bahan dan alat yang digunakan sangatlah mudah yaitu kantong kresek, gunting, kawat (sebagai tangkai), tape warna hijau (gunanya untuk menutup kawat), benang sari, double tape, benang, tisu, pot (gelas plastik bekas).


Semuanya mudah dicari sehingga masyarakat bisa mempraktekannya.

 

 

 433 total views,  2 views today

Merintis Usaha Sapu

Merintis Usaha Sapu

Siti Khotimah (30) warga Desa Melung kini mempunyai kesibukan baru. Akifitas dalam pembuatan sapu berbahan dasar glagah (Themeda villosa). Mulai dari pagi setelah mengerjakan tugas sebagai ibu rumah tangga hingga sore hari, dimanfaatkan untuk membuat sapu. Berbekal pengetahuan dari mengikuti pelatihan Siti mulai mempraktekkan pembuatan sapu setengah jadi. Ketrampilan yang dimiliki adalah hasil dari mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Dinas Pertanian dan ketahanan pangan Kabupaten Banyumas.

Untuk bahan baku (glagah) Siti mendapat pasokan dari Dipertan. Tahap awal Siti mendapat pasokan bahan baku sebanyak 25,5 Kg. Dalam sehari Siti mampu membuat sapu sebanyak 30 buah, “Maklum masih dalam tahap belajar” kata Siti yang tetap sibuk mengikat helai glagah saat ditemui.

Dari bahan baku sebanyak 25,5 kg setelah melalui proses penimbangan, pemotongan dan pengikatan menjadi sapu sebanyak 147 buah. Sapu-sapu tersebut belum sepenuhnya jadi, karena belum ada gagangnya. Untuk tiap satu helai sapu Siti mendapat upah Rp. 500,-.

Bahan baku dan hasil produksi sementara masih dibantu oleh Dipertan Kabupaten Banyumas. Khususnya dalam pengiriman bahan baku maupun sapu-sapu yang sudah jadi.

Sebagai bentuk keseriusan dalam usahanya Siti mendapat target bahan baku harus selesai dalam satu minggu.  Hal ini sebagai pemicu untuk keseriusan dan seberapa nyata dalam menekuni sebuah usaha.

Kedepan Siti berharap ada tetangga yang tertarik dalam usaha pembuatan sapu, sehingga dapat membuat kelompok di desanya. Disamping dalam pengedropan bahan baku tidak tanggung, dengan adanya kelompok minimal ada kegiatan untuk ibu-ibu rumah tangga.

 109 total views

Kegiatan Live-In SMA Bunda Hati Kudus

Kegiatan Live-In SMA Bunda Hati Kudus

Siswa SMA BHK sedang bersama keluarga Bp. Sayin di sawah

Melung 21 September 2018, Desa Melung terpilih kembali sebagai tempat anak untuk belajar. Kali ini yang berkesempatan belajar di Desa Melung adalah dari SMA Bunda Hati Kudus Jakarta Barat. Sebanyak 112 orang siswa mengadakan live-in di Desa Melung.

Live in adalah kegiatan pengembangan kepedulian pribadi terhadap diri sendiri dan orang lain. Para siswa akan diminta tinggal bersama dengan masyarakat desa. Selama beberapa hari untuk belajar dan mengalami kehidupan masyarakat desa secara langsung.

Melalui kegiatan ini, nantinya para siswa akan belajar kehidupan di desa, dengan mengikuti kegiatan induk semang. Disamping juga bersosialisasi dengan masyarakat sekitar tempat tinggal. Adaptasi dengan lingkungan tentu menjadi tantangan bagi peserta live-in. Bahasa, tempat tinggal, budaya dan juga makanan tentu menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi peserta live-in.

Membantu menjemur kapulaga (rempah-rempah) di rumah bpk. Sayin 5/3)

Asiknya di sawah

Mengikuti kegiatan induk semang dalam melakukan aktifitas sehari-hari adalah hal baru. Seperti yang dialami oleh Juan dan Deni yang kebetulan tinggal dirumah Pak Sayin pada hari kedua mereka ikut menjemur kapolaga, pergi kesawah. Untuk pergi kesawah mereka harus jalan kurang lebih 1 km, dengan jalan naik turun. Tentu akan terasa berat bagi anak kota yang sedang mencoba kehidupan di desa.

 

 378 total views

Bukit Agaran

Bukit Agaran

Salah satu tempat foto

Bukit Agaran dulunya hanya sebuah bukit sebagaimana umumnya bukit. Deretan semak belukar menggerombol, sangat sulit untuk dilalui. Bukit yang hanya dikenal oleh masyarakat Desa Melung dan sekitarnya sebagai tempat untuk mencari rumput, dan kayu bakar.

Sebuah perbukitan yang terletak di Grumbul Depok Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng, berbatasan dengan Desa Windujaya. Bukit Agaran persis berada disebelah selatan pemakaman umum milik desa, yang merupakan tanah milik orang Kutaliman.

Sekitar 2 (dua) bulan yang lalu bermula dari ngobrol timbulah ide dari beberapa warga Desa Melung yang melihat  potensi  wisata yang tersembunyi dibalik Bukit Agaran tersebut.  Menghubungi pemilik tanah dan meminta ijin adalah langkah awal menjadikan Bukit Agaran sebagai tempat wisata. Selanjutnya merapikan rumput dan membuka akses jalan agar mudah dilalui mencapai bukit tersebut. Tak ketinggalan membuat tempat-tempat bagi pengunjung untuk mengabadikan kesempatan berkunjung melalui foto.

Keunggulan dari Bukit Agaran adalah pengunjung bisa menyaksikan Kota Purwokerto dan sekitarnya dari atas bukit. Hampir sebagian Kota Purwokerto terlihat dengan jelas, apalagi jika malam hari. Gemerlap lampu-lampu kota terlihat sangat indah. Udara yang masih segar juga menjadikan Bukit Agaran mulai banyak dijadikan pilihan untuk piknik dan camping.

Jalan menuju Bukit Agaran juga tidak terlalu ekstrim dapat ditempuh dengan jalan kaki kurang lebih 5-10 menit. Melalui jalan setapak yang cukup landai.

 564 total views

KKN Kelompok 35 IAIN Purwokerto Adakan Parenting Untuk Wali Murid PAUD Terpadu

KKN Kelompok 35 IAIN Purwokerto Adakan Parenting Untuk Wali Murid PAUD Terpadu

Melung, 20 April 2018 Anak merupakan generasi penerus bangsa. Mendidik anak merupakan tanggungjawab orang tua yang tidak mudah. Agar anak bisa tumbuh dan berkembang menjadi individu yang baik, pola asuh yang diterapkan pun juga harus baik. Sayangnya, banyak orang tua yang belum terlalu paham mengenai hal ini. Beberapa orang menganggap anak dengan perilaku yang buruk adalah ulah mereka sendiri. Padahal, pola asuh orang tua lah yang sangat berperan penting dalam membentuk karakter anak.

Dalam rangka itulah kami KKN IAIN Purwokerto bekerjasama dengan Paud Terpadu Desa Melung mengadakan kegiatan berbasis pendidikan dalam mengasuh anak.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 17 April 2018 di Aula Widya Mandala Desa Melung.

Kegiatan Parenting ini dihadiri oleh Kepala Desa Melung, Ketua PKK Melung, Kepala PAUD Terpadu Desa Melung dan sejumlah wali murid PAUD Terpadu Desa Melung. Kegiatan Parenting ini dibuka dan didukung penuh oleh Kepala Desa Melung Khoerudin, S.Sos.

Dalam sambutannya, Beliau merasa senang karena Mahasiswa KKN Kelompok 35 IAIN Purwokerto melaksanakan Kegiatan yang di Desa Melung baru dan bertujuan untuk menambah wawasan bagi wali murid PAUD Terpadu Desa Melung. Beliu juga berharap untuk selanjutnya agar Bapak-bapakpun diikut sertakan mengikuti kegiatan Parenting ini.

Parenting yang bertemakan Urgensi PAUD dan Pendidikan Agama Bagi Anak Usia Dini disampaikan oleh Dr. Novan Ardy Wiyani, M.Pd.I. Beliau adalah Dosen Pendidikan Islam Anak Usia Dini di IAIN Purwokerto sekaligus penulis buku tentang PAUD.

Salah satu poin terpenting dalam mengasuh anak adalah kekompakan orangtua. Diskusikan setiap kebutuhan tumbuh kembang anak Anda. Ayah dan Ibu harus sependapat dan sejalan dalam mendidik anak. Jangan sampai salah satu berkata boleh dan yang satunya berkata tidak.

Orangtua juga harus menjadi contoh yang baik bagi anak. Karena sejatinya anak akan meniru apa yang dilakukan oleh orangtua, entah itu hal baik atau buruk.

Kedisiplinan juga sangat dibutuhkan dalam mengasuh anak. Misal mengajarkan anak dari hal hal kecil seperti merapikan mainannya setelah digunakan, membersihkan tempat tidur, menaruh barang pada tempatnya dengan rapi, atau lainnya. Pola disiplin ini sesuai dengan tahap usia anak. Pada anak dengan usia sekolah, Anda bisa mengajarkannya membuat jadwal harian dan memberikan reward misal stiker pada kegiatan yang sudah dilakukan. Penerapan pola disiplin membentuk anak untuk menjadi pribadi yang mandiri.

Apabila anak berbuat baik, berikan pujian, pelukan, atau ciuman agar anak merasa senang dan bangga melakukan hal tersebut. Penghargaan seperti demikian akan memicu anak untuk melakukan hal- hal baik lainnya. Perhatikan setiap respon yang diberikan anak meski hal tersebut sangat kecil, dan berikan pujian.

Peserta Parenting ini sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Beberapa peserta parenting aktif bertanya terkait masalah Urgensi PAUD ataupun masalah anaknya sendiri.

Hertianti Rukmana/ Pendidikan Islam Anak Usia Dini

 114 total views

Bakti Anak Negeri

Bakti Anak Negeri

Melung 20 April 2018, Matahari sudah menampakkan sinarnya. Namun hangatnya belum sampai pada titik-titik tanah yang masih lembab. Embun sisa semalam pun masih tercium baunya beriringan dengan kabut pagi hari. Suasana yang tentu akan teringat sepanjang masa.

Disinilah kami, Mahasiswa Mahasiswi KKN (Kuliah Kerja Nyata) IAIN Purwokerto berada.
Di Desa dengan Luas sekitar 3.683 Hektar yang terletak di Lereng Gunung Slamet, salah satu gunung berapi terbesar di Pulau Jawa ini kami singgah. Desa dengan akses jalan yang cukup terjal dengan topografinya yang berbukit-bukit ini tidak menyulutkan perjalanan kami selama 45 hari berada di Desa Melung dengan sifat gotong-royongnya yang masih tinggi.

Dimulai dari Senin, 26 Maret 2018 lalu kami menjalankan kegiatan di desa ini. Selain menjalankan program-program dengan tema yang telah dirancang, kami juga diminta untuk mengisi beberapa TPQ/Madrasah yang berada di Desa Melung ini.

Gambar : Kegiatan Madrasah TPQ RW 04 Desa Melung
Beberapa TPQ/Madrasah yang sudah kami singgahi, sangat antusias dengan kedatangan kami. Bahkan para Ustadz/Ustadzah di majelis itu pun tak segan-segan mempersilahkan kami mengambil alih waktu mengajar mereka.
“Kami senang kedatangan para ustadz/ustadzah dari IAIN” begitu ucap Ustadz Usman selaku pembimbing di Madrasah TPQ yang berada di RW 04 Desa Melung.

Walau akses jalan yang naik turun serta kurangnya penerangan ketika petang datang, tak menyulutkan semangat anak-anak Desa Melung untuk berangkat menimba ilmu agama ketika sore hari. Itulah salah satu motivasi bagi kami untuk terus membarakan semangat belajar mereka di tengah Desa yang berada di Lereng Gunung Slamet ini.

Retna Ayu (Komunikasi Penyiaran Islam / Fakultas Dakwah)

 123 total views