Pelatihan Membuat Bunga Dengan Limbah Plastik

Pelatihan Membuat Bunga Dengan Limbah Plastik

Jumat, 4 Oktober 2019

Pemerintah Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas mengadakan kegiatan pelatihan membuat bunga dari limbah plastik (sampah non organik) yang dihadiri oleh ibu-ibu PKK Desa Melung dan narasumber dari Desa Melung yaitu Kamsiti (25).

Sambutan Kepala Desa Melung

“Kegiatan ini merupakan rencana kegiatan pemerintah desa Melung dalam upaya peningkatan ketrampilan masyarakat dan pengetahuan kapasitas masyarakat, yaitu dengan melibatkn ibu-ibu pkk melalui penanganan limbah sampah non organik menjadi bunga.
Di PKK nantinya kami sangat berharap bisa ditularkan kepada saudara-saudaranya dan bisa menjadi peluang usaha untuk masyarakat”, sambut Khoerudin, S.Sos selaku Kepala Desa Melung.

Praktek Pembuatan Bunga


Bahan dan alat yang digunakan sangatlah mudah yaitu kantong kresek, gunting, kawat (sebagai tangkai), tape warna hijau (gunanya untuk menutup kawat), benang sari, double tape, benang, tisu, pot (gelas plastik bekas).


Semuanya mudah dicari sehingga masyarakat bisa mempraktekannya.

 

 

 445 total views

Nota Kesepakatan Bersama Tentang Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Nota Kesepakatan Bersama Tentang Perlindungan Keanekaragaman Hayati

DSCN0230Melung 15 Januari 2016, Pemerintah Desa Desa Melung melalui workshop sehari memberikan pengetahuan dasar kepada masyarakat Desa Melung. Pengetahuan tentang jenis-jenis raptor dan jenis primata serta status konservasi satwa yang menghuni di kawasan DEsa Melung.

Diharapkan setelah memahami keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan memberikan keamanan kepada satwa-satwa yang berstatus dilindungi akan lebih meluas.

Dalam workshop dengan tema “Pelibatan Masyarakat Dalam Perlindungan Keanekaragaman Hayati” diikuti oleh berbagai unsur masyarakat. Disamping juga hadir dari Kepolisian serta dari unsur (Terntara Nasional Indonesia) TNI.Diakhir acara seluruh peserta yang hadir membuat kesepakatan bersama yang kemudian di tandatangani oleh perwakilan dari masing-masing unsur. Berikut point-point yang menjadi kesepakatan bersama.12509889_892091830905209_3598030574828195287_n

Poin-poin kesepakatan

  1. Keanekaragaman hayati baik yang dilindungi maupun yang belum dilindungi merupakan aset bangsa yang harus dilestarikan.
  2. Setiap mahluk hidup memiliki manfaat bagi ekosistem yang dibutuhkan untuk menunjang pembangunan desa yang berkelanjutan, baik secara ekonomi, sosial budya maupun kebencanaan.
  3. Perlindungan keanekaragaman hayati di Desa Melung sangat penting untuk segera dicanangkan mengingat Desa Melung memiliki bentang alam yang sangat bernilai tinggi bagi konservasi.
  4. Perlindungan keanekaragaman hayati di Desa Melung dimaksudkan untuk menjamin kelestarian mahluk hidup, demi mendukung kehidupan ekonomi berbasis pertanian dan kehutanan, serta keberlangsungan sumber daya alam lainnya seperti ketercukupan air bagi kawasan yang yang terhubung dengan daerah aliran sungai (DAS) di Desa Melung.
  5. Para pihak akan mendukung perlindungan keanekaragaman hayati di Desa Melung melalui peran yang disesuaikan dengan kapasitas masing-masing pihak.
  6. Kegiatan penelitian keanekaragaman hayati di Desa Melung serta manfaatnya bagi masyarakat,baik secara langsung maupun tidak langsung akan diupayakan secara terus menerus dengan dukungan para pihak.
  7. Mengantisipasi maraknya perburuan, Masyarakat dan Pemerintah Desa Melung akan bekerjasama dengan Kepolisian dan TNI dalam hal pembinaan dan penegakan hukum.

 98 total views

Mantan Perangkat Desa Melung Meninggal Dunia

Hari ini Jum’at (4/12) mantan perangkat Desa Melung Hadi Sukarto meninggal dunia. Meninggalnya mantan pernagkat Desa Melung ini cukup mengejutkan warga sekitar. Rasa terkejut itu disebabkan karena sebelumnya beliau dalam kondisi sehat. Bahkan malam sebelumnya sempat bertamu ke rumah salah satu tetangganya. Lelaki dengan perawakan tinggi besar penuh dengan kewibawaan semasa hidupnya, wafat di usianya yang ke 70.

Hadi Sukarto mengabdikan diri sebagai perangkat desa di mulai pada tahun 1969 sebagai kebayan. Sebuah jabatan yang kalau saat ini mungkin seperti kepala dusun (kadus). Tugas kebayan antara lain adalah merencanakan pembangunan sekaligus memberitahukan atau memerintah kepada masyarakat untuk melakukan kerja gotong royong. Begitu juga ketika ada kumpulan selapanan hari, kebayan bertugas memberitahukan masyarakat dari rumah ke rumah. Seperti di kisahkan oleh Sumarjo (89) mengenai tugas kebayan.

Kebayan bukan satu-satunya jabatan yang pernah di jabat oleh Hadi Sukarto, Staf Urusan Umum dan Staf Keuangan juga pernah dijabatnya bahkan diakhir masa jabatannya kedua urusan tersebut di embannya sebelum pensiun.

Hadi Sukarto diberhentikan dengan hormat dari staf keuangan dan staf umum berdasarkan Surat Keputusan Kepala Desa Melung Nomor : 141/9/2005. Usai tidak lagi menjabat sebagai perangkat desa, Hadi Sukarto menghabiskan waktunya untuk bertani. Hadi Sukarto dimakamkan dipemakaman umum Desa Melung.

 111 total views

Nota Kesepakatan Bersama Tentang Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Reuni Dan Bakti Sosial SMA 1 Purwokerto

IMG20151128093743Melung 28 November 2015, Reuni selain sebagai sarana bertemunya teman lama juga menemukan kegembiraan bersama. Mengingat keusilan dan kenakalan saat masih bersekolah, tentu akan sangat menarik untuk dibahas. Yang pada akhirnya akan membawa suasana yang gembira penuh dengan canda tawa.

Hal serupa juga dilakukan para alumni SMA Negeri 1 Purwokerto angkatan 1985 pada hari ini Sabtu (28/11) yang mengadakan reuni di Desa Melung. “Setiap tahun kami selalu mengadakan reuni, namun baru kali ini kami berkegiatan di desa. Biasanya kami selalu bertemu disebuah hotel” Seperti dituturkan oleh Edi Hartanto salah satu peserta reuni. Kenapa desa yang kami pilih sebagai tempat reuni, disamping kami bisa bergembira bisa bertemu dengan teman-teman, setidaknya kami juga bisa berbagi kegembiraan dengan warga desa imbuhnya.

IMG-20151128-WA0014Disamping reuni sebagai bungkus kegiatan SMA Negri 1 Purwokerto juga mengadakan kegiatan bakhti sosial di lapangan Desa Melung. Pembagian sembilan bahan pokok (sembako), pengobatan gratis, pembagian baju, donor darah dan juga bedah rumah.

Untuk kegiatan bedah rumah sudah selesai di pugar 2 (dua) minggu sebelumnya. Rumah Karso warga RT 01/04 Salarendeng dan Kasini RT 01/03 Melung. Pemugaran rumah yang dilakukan 2 minggu sebelumnya kerana  kerusakaan pada bagian kerangka atapnya. Dengan dibantu oleh warga akhirnya rehab kedua rumah tersebut dapat diselesaikan sesuai tepat waktu.

IMG20151128130603Untuk memeriahkan acara juga di hibur pementasan organ tunggal. Dipenghujung acara di isi dengan nyanyi dan joged bareng sesama alumni SMA N 1 Purwokerto.

 285 total views

Pengrajin Papan Penggilasan

Pengrajin Papan Penggilasan

Melung 17 November 2015, Masyarakat di daerah Purwokerto khususnya biasa menyebut alat ini dengan sebutan gilesan, alat tradisional yang berfungsi sebagai papan menggilas pakaian saat mencuci. Alat ini berupa papan kayu berukuran 40 x 60 cm dengan ketebalan kurang lebih 5 cm. Pada masanya hampir disetiap rumah memiliki papan tersebut, khususnya di Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng.

Keberadaan alat tradisional tersebut kini telah tergantikan dengan alat yang lebih canggih yang bernama mesin cuci. Gilesan sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan baik oleh pemakai maupun oleh pembuatnya. Apalagi bahan dasar yang semakin susah didapat. Untuk dapat menghasilkan gilesan dengan ukuran tersebut diatas minimal harus menggunakan kayu dengan diameter 1.5 meter. Serta tidak sembarang kayu bisa digunakan sebagai bahan dasar dalam membuat gilesan, keterbatasan bahan dasar dan persaingan alat produksi yang menjadi alasan berkurangnya pengrajin gilesan.

Berbeda dengan Nurudin (49) salah satu warga grumbul Depok, Desa Melung yang tetap bertahan dalam pembuatan papan penggilasan. Untuk memenuhi kebutuhan bahan dasar Nurrudin membeli pohon yang kayunya keras seperti petai, jengkol dan senggon. Setelah ditebang potongan kayu tersebut di gergaji menggunakan mesin pembelah kayu untuk dijadikan papan. Setelah jadi papan baru kemudian dibentuk bergelombang dan bergerigi tempat menggilas pakaian.

IMG20151017082733Dalam sehari Nurrudin mampu membuat 10 (sepuluh) buah papan penggilasan, dengan harga persatunya sebesar Rp. 25.000,- ditingkat pengepul. Kalau diecerkan paling murah dijual dengan harga Rp. 30.000,- .

Dalam memasarkan Nurrudin biasanya membawa sendiri hasil produksinya ke pasar-pasar yang ada di Purwokerto seperti Pasar Ajibarang dan Pasar Wage. Untuk setiap pengiriman Nurrudin harus membawa sedikitnya 200 buah agar bisa menutup ongkos mobil. Sesampai dipasarpun sebenarnya hasil produksi Nurrudin sudah dinantikan oleh pengepul. Hal itu karena memang penggilasan yang dibuat Nurrudin terkenal rapi dan halus. Ini juga menjadi salah satu alasan Nurrudin tetap bertahan menjadi pembuat papan penggilasan disamping memang sebenarnya secara prospek masih sangat bagus.

 342 total views,  1 views today

Peraturan Kepala Desa Melung Tentang Ruwatan dan Sedekah Bumi

Peraturan Kepala Desa Melung Tentang Ruwatan dan Sedekah Bumi

Sebuah aturan untuk mengatur tentang swadaya dan sumbangan dalam kegiatan ruwatan dan sedekah bumi di Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan dan meningkatkan nilai-nilai budaya tradisional serta menumbuhkan gotong royong masyarakat Desa Melung pada khusunya.

 107 total views

Gula Kristal Sebagai Upaya Peningkatan Penghasilan Penderes Gula Kelapa

Gula Kristal Sebagai Upaya Peningkatan Penghasilan Penderes Gula Kelapa

Melung 18 Agustus 2015, tanaman kelapa merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat, mulai dari ujung daun sampai ujung akarnya dapat dimanfaatkan. Tanaman kelapa ini dapat menghasilkan nira yang akan dijadikan gula yang sering disebut gula merah cetak. Melung merupakan salah satu desa yang berpotensial memproduksi gula merah cetak.

Gula merah cetak merupakan salah satu mata pencaharian warga Melung khususnya warga RW 04 Salarendeng, Melung. Salah satu warga yang memproduksi gula merah cetak yaitu Bapak Daryanto RT 02/04 Salarendeng, Melung. Meskipun sudah berusia lanjut, Bapak Daryanto masih dapat menderes dan memproduksi gula merah cetak untuk memenuhi kehidupan mereka sehari-hari. Dalam sehari, Bapak Daryanto dapat memproduksi gula merah cetak sebanyak 8 kg. Biasanya Bapak Daryanto menjual gula merah cetak ini, dengan harga Rp 9.500/kg.

Sebenarnya, gula merah cetak ini masih dapat dilakukan pengolahan yang lebih lanjut lagi yang akan menghasilkan harga yang cukup tinggi yaitu gula kristal. Dengan harga yang tinggi, maka penghasilan petani gula merah cetak akan meningkat. Gula kristal merupakan gula merah cetak versi bubuk. Gula kristal ini juga sering disebut gula semut. Dinamakan gula semut karena bentuk gula ini mirip rumah semut yg bersarang di tanah. Bahan dasar untuk membuat gula kristal adalah nira dari pohon kelapa sama halnya dalam pembuatan gula merah cetak.

Harga pasar gula kristal lebih tinggi dibandingkan gula cetak, yaitu dipasarkan dengan harga Rp 12.000/kg. Namun di Desa Melung belum ada yang memproduksi gula kristal. Dalam upaya membantu meningkatkan penghasilan petani gula kelapa, tim KKN PPM Pertanian Terpadu UNSOED melakukan demonstrasi pembuatan gula kristal. Tim tersebut telah melakukan demonstrasi di beberapa rumah penderes yaitu di Rumah Bapak Daryanto RT 02/04 dan Rumah Bapak Sis RT 03/04. Pembuatan gula kristal membutuhkan tingkat kerajinan yang tinggi dibandingkan dengan pembuatan gula merah cetak. Pembuatan gula kristal harus melalui tahapan penggerusan atau penghalusan, pengayakan, dan penjemuran. Dengan adanya demonstrasi pembuatan gula kristal yang telah dilakukan tim KKN PPM Pertanian Terpadu UNSOED, diharapkan petani gula kelapa dapat memproduksi gula kristal guna meningkatkan penghasilan.

 85 total views

Nota Kesepakatan Bersama Tentang Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Gandeng Tim KKN Unsoed 2015, Desa Melung selenggarakan Penyuluhan Bahaya Narkoba

IMG_0036Melung, (24/08/2014) ,  Dewasa ini jumlah pecandu narkoba di Indonesia dari tahun ke tahun semakin bertambah banyak. Jumlah terbesar pecandu adalah generasi muda- mudi sebagai penerus bangsa. Data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) memperlihatkan 4 juta orang tersangkut dalam penyalahgunaan narkoba. Mereka terdiri dari 1,6 juta yang mencoba memakai, 1,4 juta teratur memakai dan 943 ribu orang yang sudah pada level pecandu narkoba. Seperti yang tertulis dalam portal online Liputan6.com (28/4), bahwa saat ini Indonesia menjadi pasar narkoba terbesar di level Asean. Artinya bahwa dentang darurat narkoba sudah menyambangi Indonesia.

Berbagai upaya sudah dilakukan guna menanggulangi korban yang semakin banyak berjatuhan. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika mengamanatkan tentang penanganan daruruat narkoba. Dalam undang-undang tersebut dilakukan dengan double track system yaitu penanganan yang humanis terhadap pecandu dan penyalahguna narkoba (dengan melakukan rehabilitasi) dan memberikan hukuman yang berat terhadap para produsen, bandar dan pengedar narkoba (jaringan narkoba).

Selain itu juga dilakukan berbagai upaya preventif guna mencegah semakin banyak pecandu narkoba. Yakni dengan melakukan berbagai penyuluha tentang bahaya narkoba ke berbagai tempat pendidikan. Karena pelajar maupun mahasiswa merupakan usia rentan sebagai penyalahguna narkoba. Dan tidak lupa sasarannya juga adalah masyarakat secara umum. Penyuluhan tersebut memang sudah menjadi program dari Badan Narkotika Nasional. Dan tidak dikenakan biaya sedikitpun kepada yang di suluh. Karena memang sudah di tanggung oleh negara seluruhnya.

Begitu juga dengan Penyuluhan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba yang diselenggarakan di Balai Desa Melung, Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Banyumas pada hari Senin, 24 Agustus 2015. Dimana tidak ada yang dipungut biaya sedikitpun dalam penyuluhan tersebut. Penyuluhan tersebut terselenggara atas kerja sama antara KKN Tematik Unsoed 2015, Desa dan Kantor Cabang Badan Narkotika Nasional Purbalingga. Awalnya penyuluhan tersebut tidak ada dalam program kerja KKN. Justru penyuluhan tertsebut diminta langsung oleh Kepala Desa Melung secara pribadi kepada tim LPPM Unsoed yang kebetulan saat itu (21/8) dateng melakukan penilaian di tempat KKN. Kemudaian Tim LPPM meminta kepada kami untuk memfasislitasi hal tersebut. Sempat dibicarakan mengenai sasaran penyuluhan adalah siswa SDN Melung, SMPN 3 Kedungbanteng, bapak/ibu guru, anggota dan pengurus karang taruna dan perwakilan dari setiap RT.

Penyuluhan dimulai pada pukul 09.00 WIB, di awali dengan sambutan dari Bapak Khoerudin, S. Sos selaku Kepala Desa Melung. Beliau beryukur dan berterimakasih kepada Tim KKN Unsoed 2015 yang telah memfasilitasi penyuluhan tersebut. Dan berharap dapat bermanfaat bagi warga Desa Melung secara umum. Sehingga terhindar dari penyalahgunaan narkoba. Kemudian dilanjutkan pada acara inti yakni pemberian materi penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba oleh Bapak Kuswanto, S.Pd.,.

Penyuluhan berjalan sangat baik, terlihat dari hadirin yang sangat antusias mendengarkan penjelasaan dari penyuluh. Terutama siswa SMP yang dengan sunggguh-sungguh memperhatikan dibandingkan siswa SD. Materi yang disampaikan dari mulai jenis-jenis narkoba, dampak dan bahayanya apabila menggunakan narkoba secara terus menerus. Selain itu juga penyuluh menunjukkan gambar-gambar narkoba dan psikotropika. Sehingga memudahkan peserta dalam memahami. Saat dibuka sesi tanya jawab, baik dari bapak/ibu guru dan siswa mengangkat tangan untuk meminta giliran mengajukan pertanyaan.

Jumlah total peserta penyuluhan yang hadir kurang lebih 144 orang. Yang terdiri dari 110 siswa SD, 30 siswa SMP dan 4 dewan guru (1 dari SMP dan 3 dari SD). Meskipun tidak semua sasaran peserta yang diharapkan datang. Namun, jumlah siswa SD dan SMP yang hadir sudah hampir memenuhi ruangan Balai Desa Melung. Sebagian besar mata pencaharian warga Desa Melung adalah bertani atau berladang. Mata pencaharian sebagai petani, siang hari adalah waktunya bekerja di ladang atau sawah. Sehingga, maklum apabila tidak ada warga yang datang dalam penyuluhan tersebut.

Kami Tim KKN Tematik Unsoed 2015 sangat berkesan selama belajar mengabdi di Desa Melung. Antusiasme warga terhadap setiap program kerja yang kami tawarkan selalu disambut dengan luar biasa. Tidak hanya terkait program kerja penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba saja. Akan tetapi program-program kami yang lain pun serupa, mendapat respon yang baik dari warga. Oleh karena itu kami berharap untuk tetap diadakan berbagai penyuluhan serupa dengan sasaran peserta yang lebih luas. Dibentuk Kader Anti Narkoba, dimana setiap kader brtanggung jawab terhadap diri nya sendiri dan lingkungan dimana saja dia berada (minimal linkungan keluarga). Untuk selalu dan saling mengingatkan bahaya penyalahgunaan narkoba. Narkoba adalah musuh, narkoba jalan ke neraka!!!!

 166 total views

Nota Kesepakatan Bersama Tentang Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Belajar Antar Desa

Sinau BarengSabtu, 29 Agustus 2015. Diskusi berbagi pengalaman antar Desa Melung dan Desa Candinata Kabupaten Banyumas mengenai potensi yang dimiliki merupakan salah satu upaya untuk membangun desa. Desa Melung yang terkenal sebagai “Desa Id atau Desa Internet” dengan berbagai komoditas membagikan pengalaman mengenai tahapan menjaadikan desa yang berbasis internet kepada pihak perangkat desa Candinata. Perangkat Desa Melung menjelaskan pula kondisi awal sebelum adanya internet dan pasca desa internet. Kemajuan pesat diberbagai sektor sangat terbantu dengan adanya internet di desa Melung. Selain itu, teknologi berbasis komputer juga sangat membatu perangkat desa dalam pengolahan data sehingga kinerja perangkat desa lebih maksimal. Manfaat lain dari desa berbasis internet yaitu dapat mempromosikan komoditas yang ada di desa. Kemudian dengan teknologi internet masyarakat juga dapat lebih bebas memperoleh informasi lebih luas dari dunia luar.

Sinau bareng 2

Desa Melung yang sedang menggali potensi penderes gula dengan dibantu Tim KKN Pertanian Terpadu Unsoed telah berhasil mendirikan kelompok penderes dengan nama “Suko Maju”. Kelompok yang masih baru tentu saja membutuhkan informasi lebih dari berbagai sumber, salah satunya yaitu pemaparan mengenai kelompok penderes di Desa Candinata. Diskusi hangat ini tentu saja menjadi pintu emas bagi kedua desa saling bertukar informasi demi membangun desa yang mandiri dengan komoditas dan karakter masing-masing.

Acara diskusi berlangsung sangat interaktif dengan ditambah pemaparan materi dari desa Candinata mengenai potensi “Penderes Gula” yang ada. Desa Candinata yang terkenal sebagai produsen gula kelapa membagikan informasi mengenai perkembangan penderes dan kondisi umum mereka. Kemudian dijelaskan pula pentingnya Kelompok Usaha Bersama (KUB) bagi penderes agar dapat lebih maju. Adanya KUB sangat membatu penderes, hal ini dikarenakan KUB sebagai lembaga legal dapat menjadi fasilitatir dan memberikan pembinaan terhadap penderes sehingga menunjang kesejahteraan penderes dari sisi ekonomi dan sosial. KUB juga berperan aktif dalam proses pemasaran, pemantauan dan perkembangan penderes.

Berbagi informasi dan saling membuka jaringan adalah salah satu upaya untuk meningkatkan dan memajukan potensi desa yang ada. Semoga dengan adanya diskusi ini dapat memberikan motivasi tersendiri bagi pihak desa untuk mencapai tujuan desa.

Maju terus desa mandiri..!!

 154 total views