Pasangan Pengantin Sedang Menanam Bibit Cengkeh

Menanam pohon sama dengan menanam sebuah harapan agar tumbuhnya kehidupan yang lebih baik. Pohon menberikan manfaat baik secara materiil maupun spirituil. Menanam dan juga merawatnya berarti membuka jalan bagi berlangsungnya kehidupan sekaligus mencegah kehidupan tak berhenti.

Melalui sebuah kesepakatan yang tidak tertulis, masyarakat Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng menerapkan sebuah aturan menanam bagi pasangan pengantin yang baru melangsungkan pernikahan. Aturan yang tidak tertulis ini sebenarnya telah lama hidup dan berkembang dimasyarakat, tetapi kemudian seiring perkembangan jaman aturan tersebut mulai memudar.

Dulu menurut para sesepuh Desa Melung calon pengantin diwajibkan untuk membayar bibit pohon sebelum melakukan akad nikah. Tetapi seiring dengan perkembangan jaman tradisi tersebut yang sebenarnya sangat baik tersebut lambat laut mulai menghilang. Untuk menghidupkan kembali tradisi tersebut beberapa upaya pun dilakukan. 

Berangkat dari sebuah tradisi dan kebiasaan masyarakat dimasa dulu, kini melalui lembaga desa mencoba untuk menghidupkan kembali tradisi tersebut. Dalam prakteknya pada saat calon pengantin mendaftarkan ke desa, calon pengantin diwajibkan untuk membayar bibit pohon yang nominalnya sebesar Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah). Yang nantinya pohon tersebut akan ditanam setelah melakukan akad nikah. Adapun yang menyediakan bibit adalah Linmas (Perlindungan Masyarakat) atau Hansip. Jadi tugas Linmas disamping menjaga ketertiban dan keamanan juga membuat pembibitan untuk persediaan bibit pohon. Mengantar kerumah calon pengantin juga menjadi tugas Linmas dan memastikan bahwa pohon tersebut sudah ditanam.

Dengan adanya aturan tersebut masyarakat akan selalu diingatkan untuk menjaga dan melestarikan hutan. Karena secara geografis memang keberadaan Desa Melung berada di pinggir hutan. Kehidupan masyarakatpun sangat bergantung tehadap hutan, sehingga ketika masyarakat memiliki kesadaran tersebut masyarakat akan selalu menjaga agar hutan tetap lestari.