13659152_1065967396819601_8871381284808606055_n

Salah seorang petani sedang menjemur buah cengkeh

Melung 15/7/2016, Tanaman cengkeh pernah menjadi tanaman yang paling banyak dijumpai dan hampir mendominasi tanaman di Desa Melung. Tanah yang begitu subur sangat cocok bagi tanaman cengkeh, harga jual juga sangat menjanjikan, waktu itu.

Secara drastis kemudian harga cengkeh menurun dan semenjak ada monopoli terhadap pembelian buah cengkeh, membuat petani cengkeh merasa jengkel. Hampir semua pohon cengkeh dibabat habis, kecuali yang masih kecil. Sebagian ada yang dijual dan sisanya dipergunakan untuk kayu bakar.

Beberapa tahun yang lalu petani mulai melirik lagi untuk menanam pohon cengkeh. Kini setelah kurang lebih 7 (tujuh) tahun berlalu masyarakat Desa Melung mulai menikmati tanaman yang dahulu ditanamnya. Memang ada sebagian pohon sisaan yang dahulu masih kecil dan tidak ditebang.

Memasuki musim cengkeh tahun ini hampir semua pohon cengkeh berbuah, besar maupun kecil. Walau ada penurunan harga buah cengkeh, sekitar Rp. 80.000/kg cengkeh kering. Akan tetapi hal tersebut bisa dimaklumi oleh petani cengkeh karena lagi musim atau panen raya. Tentu saja ini membuat bahagia bagi petani (pemilik) cengkeh.13729022_1065976750151999_4981171424448037225_n

Yang tidak memiliki tanaman cengkeh juga masih bisa menikmati musim cengkeh tahun ini dengan mengambil buah cengkeh yang pada jatuh. Disamping juga bisa mburuh memetik buah cengkeh dengan upah Rp. 2.000/kg, sedangkan untuk upah merontok sebesar Rp. 1.000/kg.