IMG_5243.resizedMelung 17 Februari 2016, Salah satu cara pencegahan terhadap penyakit demam berdarah adalah dengan memberantas sarang nyamuk. Kegiatan pemberantasan sarang nyamuk atau disebut dengan istilah PSN sedang dilakukan serentak di Kabupaten Banyumas selama 2 (dua) hari mulai Rabu – Kamis 17-18 Februari 2016. Warga Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng dibantu oleh Bidan Desa, Babinkamtibmas, Pemerintah Desa, Mahasiswa KKN Unsoed juga tturut serta melakukan PSN. Tidak ketinggalan pihak kecamatan turut serta memantau kegiatan PSN di Desa Melung.

Disamping karena memang ada himbauan dari Bupati secara langsung, Pemerintah Desa juga telah mendapatkan informasi bahwa salah satu mahasiswa yang sedang melakukan KKN di Desa Melung positif terkena DBD (demam berdarah). Laporan tersebut disampaikan oleh salah satu mahasiswa kepada Kepala Desa Melung pada Selasa malam sekitar pukul 20.00 WIB. Berdasarkan laporan tersebut sehingga pada PSN dihari pertama di fokuskan diwilayah Grumbul Melung, sebagai posko mahasiswa yang sedang melakukan KKN.

Kegiatan PSN pada hari pertama adalah menguras bak mandi, mengubur barang-barang bekas dan membakar sampah. Dari pengecekan barang-barang bekas seperti kaleng dan tempat minum unggas, ditemukan jentik-jentik nyamuk aedes agepty. Setidaknya 10 (sepuluh) rumah yang telah ditemukan jentik-jentik nyamuk tersebut, yang umumnya terdapat pada kaleng bekas yang berada diluar rumah.

Adapun ciri-ciri jentik-jentik nyamuk aedes agepty adalah berwarna putih, pergerakan naik turun dan umunya berada pada air yang tidak terlalu keruh. Tempat yang biasa dijadikan tempat bertelur (berkembang biak) adalah di tempat yang tergenang air bersih dalam waktu lama seperti bak mandi, vas bunga, kaleng bekas, pecahan botol, penampungan air, lubang wc, talang air, dan lain sebagainya.