Pembangunan Sarana Air Bersih 2013

Disaat banyak masyarakat kebingungan akan kebutuhan air bersih, masyarakat Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas sangatlah beruntung, di akhir tahun 2013 ini masyarakat Desa Melung mendapatkan Proyek pembangunan Sarana Air bersih yang didanai oleh Pemerintah lewat Kabupaten Banyumas dengan anggaran mencapai Rp. 355.000.000,- Pembangunan yang semula direncanakan akhir tahun 2012 ini tertunda karena adanya Pilkada pada bulan Februari 2013, sehingga pelaksanaannya bulan pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2013.

Pembangunan Sarana/Prasarana Air Bersih ini mengambil sumber di mata air Pekejen di wilayah perhutani atau lereng selatan Gunung Slamet. Pembangunan sarana air bersih ini untuk mencukupi kebutuhan air bersih di wilayah RW 1 dan RW 4. Jarak dari sumber mata air sampai pemukiman mencapai 3.600 m, ini baru sampai bak Penampung, sedangkan untuk mencapai wilayah RW 4 harus memasang pipa hingga 2,670 m, sehingga kebutuhan Pipa mencapai 6.270 m.

Sampai saat ini pemasangan baik bak maupun pipa sudah selesai 100%, tinggal perapian dibagian tertentu yang dimungkinkan terjadi kebocoran atau tempat yang mudah terjadinya kerusakan, hal ini disampaikan oleh Welo (47) pelaksana Kegiatan selain itu juga seluruh pekerjaan saya serahkan kepada masyarakat sekitar, kami tidak membawa tenaga dari CV, dengan harapan selain karena memang yang mau menggunakan juga masyarakat sini sendiri juga cara pemasanganya saya yakin tidak ngawur . Juga diharapkan nanti ada yang mengelola kegiatan ini dengan membentuk (BPSMA) Badan Pengelola Sumber Mata Air) dengan cara menggunakan (WM) Water Meter,“ujarnya.

Dengan dibangunya sarana/prasarana air bersih ini diharapkan selain dapat tercukupinya kebutuhan air bersih untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Desa Melung dan sekitarnya, dan juga akan menumbuhkembangkan rasa kegotong-royongan yang tinngi, selain itu juga diharapkan akan terwujudnya pengelolaan air bersih ini menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang selama ini pengelolaanya masih bersifat kewilayahan di masing-masing gerumbul, demikian dikatakan Timbul Yulianto selaku Kasi Pembangunan disela-sela kesibukannya dalam pengawasan pelaksanaan pembangunan tersebut.  Dengan pembangunan sarana air bersih ini sudah merata masyarakat mendapatkan air bersih.