Nasehat adalah sebuah pendapat pribadi yang disampaikan dengan tujuan agar pendapat tersebut bisa dijadikan bimbingan dan arahan menuju kebaikan.  Banyak sekali nasehat atau pitutur yang disampaikan secara turun temurun baik melalui tembang ataupun pitutur yang disampaikan secara langsung.  Sayangnya pitutur-pitutur tersebut tidak menjelaskan secara gamblang, padahal makna dibalik pitutur tersebut sangatlah mendalam.

Banyak sekali nasehat yang telah disampaikan, seperti pitutur  ”lambe setumang gari semerang”  adalah sebuah ungkapan rasa kecewa orangtua yang menasehati anaknya namun nasehatnya tak pernah digubris.  Yang kalau diartiakan secara umum adalah bahwa orangtua akan selalu menasehati anaknya dan tidak akan pernah kehabisan akan nasehat.  Walaupun bibir (lambe) yang tadinya setebal tungku (setumang) telah berkurang tebalnya hingga tinggal setebal kulit padi (semerang).

Nasehat atau pitutur yang seringkali kita dengarkan sewaktu masih anak-anak pada umumnya disampaikan secara samar.   Dan pada umumnya orangtua kita ketika ditanya apa maksudnya juga tidak memberikan jawaban yang memuaskan.   Beberapa contoh nasehat yang sering diucapkan :

1.  Aja njagong neng ngarep lawang ora ilok, mudak angel jodhone : Jangan suka duduk didepan pintu tidak pantas, nanti jauh jodohnya.  Kata-kata “ora ilok” adalah merupakan sebuah ungkapan yang mengadung nilai magis dan sudah barang tentu bagi yang takut akan percaya.  Akan tetapi  anak-anak jaman sekarang akan menanyakan lagi ora ilok si apa?, padahal dijaman dahulu ketika ada sebuah larangan dengan kata-kata ora ilok kita akan berpikir dua kali untuk melanggarnya.

2.  Angger mangan aja nyangga ajang :  Kalau makan jangan piring atau tempat nasinya jangan dipegang diatas tangan, karena hal itu dianggap kurang sopan.  Dan kalau sanggahan jaman sekarang karena dahulu piring masih jarang dan mahal, sehingga kalau jatuh akan pecah.

3.  Angger mangan kudu dientongna mbok pitike mati : Kalau makan harus dihabiskan, kalau tidak dihabiskan nanti ayamnya mati.  Sebuah ajaran tentang bagaimana kita  agar bisa menghargai makanan yang ada dengan tidak menyia-nyiakan dengan tidak menghabiskan makanan yang telah dicari dengan susah payah.  Ambilah makanan secukupnya jangan terlalu berlebihan sehingga kalau tidak habis akan mubazir.  Dan sudah barang tentu sisa makanan tadi akan diberikan kepada ayam kita , sehingga cepat gemuk dan cepat disembelih yang akhirnya ayamnya mati.

4.  Angger mangan aja gonta-ganti ajang mundak mbesuk diwayuh : Kalau makan jangan ganti-ganti piring terutama untuk anak perempuan karena nanti kalau sudah menikah akan dimadu (suami beristri lagi).  Dan yang jelas kalau gonta-ganti piring akan menambah kerjaan.