Margino, Melung

Serumpun Bambu yang Terbawa Longsor

Melung 26 November 2012,  Jalan raya Melung – Kutaliman merupakan satu-satunya jalur utama yang menghubungkan warga masyarakat gerumbul Salarendeng dalam beraktifitas sehari-hari masih belum bisa dilalui.  Jalan ini merupakan akses warga Salarendeng baik untuk menjual hasil bumi, kulakan ke pasar maupun anak sekolah dan lain sebagainya.  Dengan longsor tebing di sebelahnya mengakibatkan terganggunya aktifitas warga karena tidak adanya kendaraan yang bisa melewatinya. 

Longsor yang terjadi pada tanggal 22/11 yang mengakibatkan jalur Melung-Kutaliman lumpuh sampai sekarang jalan tersebut masih belum bisa dilalui kendaraan baik roda 2 maupun roda empat.  Berbagi upaya untuk membersihkan sudah dilakukan warga masyarakat walaupun dengan alat seadanya(sekop dan pacul).  Namun karena begitu banyak tumpahan tanah yang longsor yang disertai dengan serumpun bambu yang terbawa longsor mengakibatkan proses pembersihan longsoran membutuhkan waktu yang lama.

“Upaya sudah kita lakukan dan kita juga sudah melaporkan adanya kejadian ini kepada pihak Kabupaten, kita berharap semoga longsoran ini bisa secepatnya kita bersihkan, kalau terlalu lama kasihan warga masyarakat karena hal itu akan mengganggu warga dalam sisi perekonomian” tutur Natim Kadus I Desa Melung yang sekaligus merangkap sebagai TAGANA (Taruna Siaga Bencana).  Rencannya nanti (hari ini Senin 26/11) kami akan mengupayakan adanya mesin penyedot air untuk menyemprot longsoran tanah karena kalau hanya mengaharap adanya bantuan dari Pemerintah akan membutuhkan waktu yang sangat lama, dan juga dimana-mana memang lagi banyak musibah baik kebanjiran maupun tanah longsor.

Warga sekitar dengan dibantu oleh relawan baik dari TAGANA, KODIM, maupun Polsek bahu-membahu untuk membersihkan longsoran tanah yang menutupi jalan raya Melung – Kutaliman.  Dan karena saking banyaknya tanah longsoran hingga hari ke-empat akses jalan tersebut masih belum bisa dipergunakan.

Dalam prosses pembersihan jalan disamping terkendala dengan alat, hujan juga merupakan hambatan “Sebenarnya dengan adanya air hujan sangat membantu dalam membersihkan tanah longsoran, tapi kami juga takut akan adanya longsoran berikutnya sehingga kalau hujan datang kami juga berhenti dalam bekerja membersihkan longsoran” seperti dituturkan oleh Nitam (48) salah seorang warga masyarakat Salarendeng.