“Aku tak paham kenapa memasuki bulan September hujan belum juga turun, padahal tanaman jagung yang saya tanam untuk saat ini sangat membutuhkan air” Atmo (52) Warga Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng.

Baik atmo maupun warga masyarakat Desa Melung untuk menopang kehidupan sehari-hari mengandalkan penghasilan dari bercocok tanam khususnya padi.  Namun disaat kemarau seperti sekarang, karena memang sepetak sawah yang digarapnya adalah sawah tadah hujan, maka ia pun tak bisa menggarap sawahnya.  Sambil menunggu musim penghujan tiba ia dan petani yang ada di Desa Melung berinisiatif untuk menanam tanaman lain seperti jagung, ketela, kacang tanah dan lain sebagainya. Di samping sawah yang digarapnyapun merupakan sawah yang disewanya, dengan system sewa per-tahun, begitu pikirnya.

Akan tetapi rupanya Atmo dan beberapa teman seprofesinya harus kecewa dan menanggung kerugian yang besar.  Tanaman yang semestinya mendapatkan asupan air sama sekali tidak tersentuh oleh air.

 Apalagi kalau menurut hitungan pranata mangsa, yang diyakini bahwa untuk saat ini memasuki mangsa ketiga dimana menurut keyakinan semua sumber mata air akan kering.  Hal ini juga membuat kekhawatiran di hati Atmo yang sudah menginvestasikan uang penjualan padi musim kemarau untuk membeli bibit jagung dan biaya pengolahan lahan yang menurutnya mencapai Rp. 1.500.000,- (Satu Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).

Kekhawatiran Atmo serta rekan-rekannya sedikit terobati ketika ada gerimis yang turun rintik-rintik.  Gerimis memang turun, walaupun di mangsa ketiga.  Namun beberapa sumber mengatakan bahwa “Gerimis kali ini adalah untuk merontokkan bunga kopi” seperti disampaikan oleh Suwarjo (59) yang juga petani Desa Melung.

Dan pada kenyataanya memang demikian beberapa minggu yang lalu juga sempat turun hujan walau Cuma beberapa hari dan masih menurut orang-orang tua yang ada di desa gerimis yang pertama adalah bersamaan dengan akan kuncupnya bunga kopi.

Kalau saja tanaman kopi tidak ada musimnya barangkali cerita tentang kurangnya air tidak akan menjadi perbincangan dan kekhawatiran warga.  Apalagi kalau ditambah dengan adanya perhatian yang lebih dari pemerintah dalam sector pertanian.