Nyadran 2.0 Perpaduan Budaya dan TeknologiPada acara Lokakarya V Gerakan Desa Membangun tanggal 13-14 Juli 2012 di Desa Dawuhan Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas dari beberapa rangkaian kegiatan, ada sesi Focus Group Discusion, yang bertema “pemanfaatan portal desa untuk membangun citra desa”  diikuti oleh desa-desa yang hadir dalam lokakarya tersebut.  Masing-masing desa bercerita tentang penggunaan dan pemanfaatan portal sebagai sarana promosi potensi desanya serta kendala teknis dalam mengoperasikan portal dan harapan Desa Singasaren dan juga desa lainnya segera menggunakan dapat sistem mitra desa 1.o agar data desa dapat tertata dengan baik.  Yang menarik diskusi ini berkembang dan fokus dalam membicarakan potensi desa masing-masing, yang dipromosikan melalui portal.  Bermunculan  ide dan kreasi dalam mengembangkan potensi desa yang sungguh sangat luar biasa, keanekaregaman potensi desa menjadi modal dalam mengembangkan ekonomi kreatif sebagaimana dalam Inpres Nomor 6 Tahun 2009 tentang Ekonomi Kreatif, terlebih potensi ini lahir dan berkembang dari inisiatif warga desa. Apa yang diragukan oleh banyak kalangan tentang rendahnya kemampuan Desa dalam mengelola sumber daya alammnya ternyata tidak terbukti, desa-desa mampu mengelola untuk kesejahteraan warganya.

Dimulai dari Desa Karangnangka berencana menjadikan desanya sebagai penghasil nangka hal tersebut disesuiakan dengan nama desanya, walaupun sesungguhnya potensi perikanan sudah berjalan sangat baik.  Dari Desa Beji yang sudah lama menjadi sentra perikanan khususnya guremeh di Kabupaten Banyumas terlebih untuk telur ikan gurameh yang pemasarannya sudah keluar provinsi.  Dilanjutkan dari Desa Ajibarang Wetan bahwa desa ini yang terletak di jantung kota kecamatan Ajibarang juga memiliki potensi yang sangat baik, dari sisi bisnis dan perdagangan memiliki Pasar Induk, dan tidak kalah adalah dalam potensi  perikanan karena sebagai zona perdagangan perikanan, sehingga kerjasama antar desa Beji dan Ajibarang Wetan ini sungguh akan menjadi kekuatan dalam gerakan desa membangun.  Sebagaimana wilayah barat Kabupaten Banyumas seperti Kecamatan Cilongok, Wangon dan Lumbir  dimana ada Desa Cirahab yang juga memiliki potensi gula kelapa/gula jawa merupakan desa-desa penghasil gula kelapa terbesar.  Sedangkan untuk Desa Dawuhan Wetan memiliki potensi pembibitan tanaman baik kehutanan maupun perkebunan. Dan dari Desa Dermaji pun banyak warganya sebagai penggelola tepung tapioka, dan masih banyak desa-desa yang yang memiliki potensi yang belum terpublikasikan.

Era globalisasi dan konektivitas mengubah cara bertukar informasi, berdagang, dan konsumsi dari produk-produk budaya dan teknologi dari berbagai tempat di dunia. Dunia menjadi tempat yang sangat dinamis dan kompleks sehingga kreativitas dan pengetahuan menjadi suatu aset yang tak ternilai dalam kompetisi dan pengembangan ekonomi. Kemunculan konsep ekonomi kreatif di era globalisasi telah menarik minat berbagai negara untuk menggunakan konsep ini sebagai model pengembangan ekonomi.

Faktor yang membuat desa maju dan inovatif adalah diciptakan bukan diwariskan.  Sekarang desa-desa sudah memiliki potensi yang sudah ada ataupun yang sedang berkembang dapat menjadi satu kesatuan dalam kawasan unit usaha bersama seperti koperasi antar desa, keanggotaan bisa perorangan pelaku usaha di desa atau atas nama pemerintah desa. Perspektif pertumbuhan ekonomi sudah jelas ada diantaranya :

  1. memiliki bahan baku berupa sumber daya alam,  modal intelektual, sumber daya manusia dan finansial yang dapat dianggarakan melalui ADD setiap tahunnya sebagai modal saham bersama.
  2. memiliki resep berupa teknologi, gagasan, pewirausaha dan jejaring.

Sehingga menghasilkan produktivitas, klaster-klaster usaha baik sektor industri perkebunan, kehutanan maupun pertanian dalam arti secara luas.  Dengan kerjasama antar desa dalam wadah koperasi di Gerakan Desa Membangun ini maka : (1) rantai panjang pemasaran akan lebih singkat sehingga dapat mengurangi pengijon, (2) menguatkan posisi tawar petani sebagai produsen,  (3) desa akan lebih mandiri.

Dari hasil diskusi ini merekomendasikan bahwa perlunya kerja sama antar desa diperkuat dengan pengembangan ekonomi desa secara bersama, membuka peluang pasar antar desa, menumbuhkan potensi desa yang dikelola secara mandiri.