IMG_0036Melung, (24/08/2014) ,  Dewasa ini jumlah pecandu narkoba di Indonesia dari tahun ke tahun semakin bertambah banyak. Jumlah terbesar pecandu adalah generasi muda- mudi sebagai penerus bangsa. Data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) memperlihatkan 4 juta orang tersangkut dalam penyalahgunaan narkoba. Mereka terdiri dari 1,6 juta yang mencoba memakai, 1,4 juta teratur memakai dan 943 ribu orang yang sudah pada level pecandu narkoba. Seperti yang tertulis dalam portal online Liputan6.com (28/4), bahwa saat ini Indonesia menjadi pasar narkoba terbesar di level Asean. Artinya bahwa dentang darurat narkoba sudah menyambangi Indonesia.

Berbagai upaya sudah dilakukan guna menanggulangi korban yang semakin banyak berjatuhan. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika mengamanatkan tentang penanganan daruruat narkoba. Dalam undang-undang tersebut dilakukan dengan double track system yaitu penanganan yang humanis terhadap pecandu dan penyalahguna narkoba (dengan melakukan rehabilitasi) dan memberikan hukuman yang berat terhadap para produsen, bandar dan pengedar narkoba (jaringan narkoba).

Selain itu juga dilakukan berbagai upaya preventif guna mencegah semakin banyak pecandu narkoba. Yakni dengan melakukan berbagai penyuluha tentang bahaya narkoba ke berbagai tempat pendidikan. Karena pelajar maupun mahasiswa merupakan usia rentan sebagai penyalahguna narkoba. Dan tidak lupa sasarannya juga adalah masyarakat secara umum. Penyuluhan tersebut memang sudah menjadi program dari Badan Narkotika Nasional. Dan tidak dikenakan biaya sedikitpun kepada yang di suluh. Karena memang sudah di tanggung oleh negara seluruhnya.

Begitu juga dengan Penyuluhan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba yang diselenggarakan di Balai Desa Melung, Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Banyumas pada hari Senin, 24 Agustus 2015. Dimana tidak ada yang dipungut biaya sedikitpun dalam penyuluhan tersebut. Penyuluhan tersebut terselenggara atas kerja sama antara KKN Tematik Unsoed 2015, Desa dan Kantor Cabang Badan Narkotika Nasional Purbalingga. Awalnya penyuluhan tersebut tidak ada dalam program kerja KKN. Justru penyuluhan tertsebut diminta langsung oleh Kepala Desa Melung secara pribadi kepada tim LPPM Unsoed yang kebetulan saat itu (21/8) dateng melakukan penilaian di tempat KKN. Kemudaian Tim LPPM meminta kepada kami untuk memfasislitasi hal tersebut. Sempat dibicarakan mengenai sasaran penyuluhan adalah siswa SDN Melung, SMPN 3 Kedungbanteng, bapak/ibu guru, anggota dan pengurus karang taruna dan perwakilan dari setiap RT.

Penyuluhan dimulai pada pukul 09.00 WIB, di awali dengan sambutan dari Bapak Khoerudin, S. Sos selaku Kepala Desa Melung. Beliau beryukur dan berterimakasih kepada Tim KKN Unsoed 2015 yang telah memfasilitasi penyuluhan tersebut. Dan berharap dapat bermanfaat bagi warga Desa Melung secara umum. Sehingga terhindar dari penyalahgunaan narkoba. Kemudian dilanjutkan pada acara inti yakni pemberian materi penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba oleh Bapak Kuswanto, S.Pd.,.

Penyuluhan berjalan sangat baik, terlihat dari hadirin yang sangat antusias mendengarkan penjelasaan dari penyuluh. Terutama siswa SMP yang dengan sunggguh-sungguh memperhatikan dibandingkan siswa SD. Materi yang disampaikan dari mulai jenis-jenis narkoba, dampak dan bahayanya apabila menggunakan narkoba secara terus menerus. Selain itu juga penyuluh menunjukkan gambar-gambar narkoba dan psikotropika. Sehingga memudahkan peserta dalam memahami. Saat dibuka sesi tanya jawab, baik dari bapak/ibu guru dan siswa mengangkat tangan untuk meminta giliran mengajukan pertanyaan.

Jumlah total peserta penyuluhan yang hadir kurang lebih 144 orang. Yang terdiri dari 110 siswa SD, 30 siswa SMP dan 4 dewan guru (1 dari SMP dan 3 dari SD). Meskipun tidak semua sasaran peserta yang diharapkan datang. Namun, jumlah siswa SD dan SMP yang hadir sudah hampir memenuhi ruangan Balai Desa Melung. Sebagian besar mata pencaharian warga Desa Melung adalah bertani atau berladang. Mata pencaharian sebagai petani, siang hari adalah waktunya bekerja di ladang atau sawah. Sehingga, maklum apabila tidak ada warga yang datang dalam penyuluhan tersebut.

Kami Tim KKN Tematik Unsoed 2015 sangat berkesan selama belajar mengabdi di Desa Melung. Antusiasme warga terhadap setiap program kerja yang kami tawarkan selalu disambut dengan luar biasa. Tidak hanya terkait program kerja penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba saja. Akan tetapi program-program kami yang lain pun serupa, mendapat respon yang baik dari warga. Oleh karena itu kami berharap untuk tetap diadakan berbagai penyuluhan serupa dengan sasaran peserta yang lebih luas. Dibentuk Kader Anti Narkoba, dimana setiap kader brtanggung jawab terhadap diri nya sendiri dan lingkungan dimana saja dia berada (minimal linkungan keluarga). Untuk selalu dan saling mengingatkan bahaya penyalahgunaan narkoba. Narkoba adalah musuh, narkoba jalan ke neraka!!!!