Setelah dua kali (6 tahun) bekerja sebagai TKW (tenaga kerja wanita) banyak pengalaman hidup yang dialami oleh Siti (43). Salah satu pengalaman yang sangat menyakitkan adalah diceraikan oleh suami tanpa mengetahui penyebab pastinya.

Siti yang dalam kehidupan sehari-hari merupakan seorang ibu rumah tangga dengan satu orang anak. Kehidupan yang serba susah membuat dirinya memutuskan untuk bekerja sebagai TKW dengan persetujuan sang suami tentunya. Pada tahun 2006 Siti berangkat menuju Taiwan dengan tujuan untuk membantu suami dalam menata ekonomi keluarga. Kepulangannya dari Taiwan pada tahun 2009 dengan membawa hasil jerih lelahnya dirasa belum menutupi atau membuat keadaan ekonominya membaik. Maka setelah berunding dengan suaminya akhirnya ia memutuskan untuk berangkat lagi ke Taiwan sebagai TKW.

Siti berangkat ke Taiwan untuk kedua kalinya pada tahun 2010, pada saat berangkat hubungan rumah tangganya baik-baik saja bahkan sampai menjelang masa akhir kontrak kerjanya. “Bahkan dalam sepuluh bulan terakhir sebelum diceraiakan oleh suami komunikasi antar kita berdua biasa saja hampir tak ada masalah yang berarti” ungkap Siti.

Perasaan sedih, kecewa dan sakit hati karena di ceraikan oleh suami membuatnya tak bergairah dalam menjalani hidup. Bagaimana tak sedih dan kecewa, rumah tangga yang telah dibinanya selama hampir 3 (tiga) tahun kandas di tengah jalan. Padahal keberangkatannya ke Taiwan dalam rangka untuk memperbaiki ekonomi keluarga.

Pengalaman hidup yang pahit membuatnya bertekad untuk tidak akan kembali lagi menjalani hidup sebagai TKW. Hidup sederhana walau serba kekurangan akan lebih berarti, ketimbang uang yang mengalir tiap bulan akan tetapi kehidupan rumah tangganya hancur berantakan.

Berangkat dari pengalaman tersebut Siti kemudian memutuskan untuk mengumpulkan sisa gaji yang tinggal beberapa bulan sebelum masa kontrak kerjanya habis. Siti bertekad membangun sebuah usaha keci di kampung halaman apapun usahanya nanti.

Dengan modal yang dimiliki Siti kemudian menyewa sebuah kios di Gang Gunung Muria 43 Gredeng, Purwokerto. Kios kecil tersebut disewanya seharga 14 Juta untuk masa sewa 2 (dua) tahun. Dan untuk membeli peralatan Siti mengeluarkan dana sekitar 7 jutaan.  Kini Siti memiliki sebuah kios, sudah hampir 4 (bulan) dan setiap hari Siti berjualan nasi rames di sekitar kampus Unsoed Purwokerto.