Orang yang berilmu tidak sombong, tidak berkoar-koar sembarangan seperti halnya padi yang berisi, dan sebaliknya.

Padi lambang kesejahteraan, seperti halnya partai politik yang memakai nama “Sejahtera” pun menyelipkan gambar padi dan pasti laku. Disamping juga ada air sebagai lambang dari kemakmuran “Dimana-mana kalau disitu banyak melimpah air sudah dapat dipastikan masyarakatnya akan makmur”, ini pendapat yang disampaikan oleh Kartim (40) warga masyarakat Desa Melung.

Yang sayangnya untuk bisa mencapai kesejahteraan yang dilambangkan dengan gambar padi warga masyarakat Desa Melung untuk musim tanam tahun ini sudah tidak bisa menggarap sawahnya akibat tidak adanya air. Dan untuk sekedar menunggu musim penghujan datang banyak sawah yang sementara ini ditanami jagung, singkong, dan palawija lainya.  Akan tetapi masyarakat juga harus melakukan penjagaan pada malam harinya karena akhir-akhir ini banyak gangguan hama terutama babi hutan.

Dahulu sebelum ada penebangan pohon damar yang ada dilahan perhutani, tepatnya disebelah utara bukit cendana oleh perhutani air yang mengalir di Kali Manggis itu debitnya masih lumayan besar walaupun pada musim kemarau sekalipun.  Berbeda dengan sekarang kemarau yang hanya dalam tempo kurang lebih 5 bulan saja air yang mengalir di Kali Manggis kecil sekali hampir-hampir kering malah.  Padahal dahulu pernah kemarau yang waktunya lebih lama dari kemarau tahun ini, toh air yang ada di Kali Manggis masih mencukupi untuk mengaliri sawah yang ada disekitar Kali Manggis.  Dan tuk-tuk (sumber mata air) juga masih banyak.

Apalagi nanti kalau proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP Baturaden) sudah dimulai yang tentunya akan disertai dengan adanya penebangan pohon sudah dapat dipastikan kalau kemudian ditahun berikutnya dan berikutnya lagi ada musim kemarau air akan semakin sulit, boro boro untuk mengiri sawah untuk kebutuhan sehari-hari saja sudah pasti susah seperti sekarang.   Begitu Kartim menutup ceritanya.