Melung (17/12), Peringatan sekaligus refleksi lahirnya gerakan desa membangun atau biasa disebut dengan GDM usai sudah.  Acara yang dilaksanakan pada tanggal 6-9 Desember lalu bertempat di Desa Melung yang bertepatan dengan adanya kegiatan desa yaitu ruwat atau sedekah bumi Desa Melung.  GDM merupakan  sebuah gerakan untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan desa yang baik, gerakan ini terlahir sebagai kritik pembangunan yang terkesan desa hanya dijadikan obyek pembangunan saja bukan sebagai subyek.

Dalam beberapa kali melakukan persiapan rapat menjelang harlah 1 tahun GDM, peserta akan mencapai 300 orang bahkan lebih, hal ini karena desa-desa yang tergabung dalam gerakan desa membangun memang tersebar bukan saja di BANYUMAS akan tetapi banyak luar daerahpun banyak yang sudah tergabung dalam GDM.  Sebagai tuan rumah tentunya harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, agar nantinya setiap peserta minimal tidak merasa kecewa dengan pelayanan terhadap tamu peserta harlah 1 tahun GDM yang kebanyakan dari luar kota.

Termasuk salah satunya adalah mempersiapkan rumah penduduk sebagai tempat menginap bagi para peserta, setidaknya Khoerudin dan juga Narwin jauh-jauh hari telah mempersiapkan beberapa rumah untuk dapat dijadikan tempat menginap termasuk bagaimana dalam menyambut tamu.  Intinya harus menjadi hamong tamu yang baik.  Begitu Khoerudin memberikan penjelasan kepada warga yang kebetulan rumahnya akan dijadikan tempat untuk menginap peserta.

Kesibukan ibu-ibu PKK (pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga) Desa Melung jauh melebihi kesibukan panitia lainya baik panitia untuk ruwat bumi maupun untuk acara harlah 1 tahun GDM, karena ibu-ibu PKK harus menangani urusan dapur untuk kedua acara tersebut.  Sampai-sampai kemudian banyak ibu-ibu PKK yang harus menginap di balai Desa Melung.  Semua kerja keras dan juga rasa letih tidak mereka rasakan sebagai sebuah beban yang terpenting suksesnya acara menjadi kebanggaan bagi ibu-ibu PKK.

“Lelah, kalau ditanya lelah apa nggak terus terang lelah coba saja dari persiapan ruwat bumi itu saja tenaga sudah terkuras bahkan kami harus sampai menginap, belum lagi untuk acara harlah apa acara apa yang sampai tiga hari berikutnya.  Dan kami juga harus membereskan, membersihkan piring, wajan, gelas dan lain sebagainya.  Pokoknya lelah pol, tapi kami juga merasa puas karena bisa menyajikan yang terbaik dan mudah-mudahan mereka (peserta harlah) puas dan cocok dengan masakan kami” diceritakan oleh Kanitem (43) salah satu anggota PKK Desa Melung.

Dengan semangat yang luar biasa ibu-ibu PKK di bawah koordinator Tri Astuti yang juga istri dari Kepala Desa Melung dengan di bantu Sulastri, mencoba memberikan servis untuk urusan perut semaksimal mungkin.  Siang dan juga malam bergelut dan berkawan dengan kebulan asap dan juga bau minyak tanah serta panasnya kompor dapur, belum lagi bagi yang mempunyai anak kecil harus juga menjaga dan memberikan air susunya.

Kini setelah semuanya selesai ada rasa kelegaan yang luar biasa, dengan harapan agar apa yang mereka lakukan dapat berkenan dan memuaskan untuk semuanya.