Menyongsong datangnya tahun baru merupakan sebuah moment yang seakan sayang untuk dilewatkan. Berbagai rangkaian kegiatan dilakukan demi menunggu malam pergantian tahun baru. Mulai dari do’a bersama, bakar ikan atau hanya sekedar kumpul bersama dengan kerabat.

Malam yang semestinya menjadi malam renungan atas apa yang telah dilakukan dan dikerjakan sepanjang tahun 2017. Serta do’a dan harapan semoga tahun 2018 akan lebih baik dari tahun sebelumnya.

Malam dimana jalanan penuh dengan deru kendaraan bermotor. Puluhan bahkan ratusan kendaraan bermotor melintas. Termasuk jalan raya Melung, yang biasanya tidak terlalu ramai. Kendaraan bermotor mulai ramai melintas sejak pukul 14.00 wib.

Bukit Trianggulasi menjadi tujuan untuk merayakan datangnya tahun baru. Sebuah bukit dengan ketinggian kurang lebih 600 dpl, memang sangat strategis. Sejauh mata memandang hamparan kota Purwokerto nampak terhampar. Sorot lampu kendaraan disepanjang jalan, padat merayap merupakan pemandangan yang mengasikan. Belum lagi saat detik-detik pergantian tahun baru, dimana ribuan kembang api menghiasi angkasa.

Dengan adanya kunjungan ke bukit Trianggulasi tentu sedikit banyak mengurangi kemacetan jalanan kota. Sayangnya jalan menuju ke bukit Trianggulasi sempit dan rusak. Seperti yang ada disepanjang jalan raya Desa Melung. Pemerintah Desa Melung sendiri mengerahkan anggota Linmas disetiap pertigaan dalam rangka mengamankan malam pergantian tahun baru.Terpantau 2 (dua) kali terjadi kecelakaan yang dialami pengunjung yang akan merayakan malam pergantian tahun.