NarwinMikroorganisme adalah mahluk hidup renik yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan kaca pembesar. Mahluk hidup tersebut bisa saja mati karena salah dalam mengelola lahan pertanian. Seperti dalam penggunaan pestisida maupun dalam pemupukan dengan menggunakan bahan-bahan kimia.

Bersama dengan binatang didalam tanah, mikroorganisme memperbaiki kondisi tanah dan membantu pertumbuhan tanaman. Mereka membantu menghancurkan bahan organik dalam tanah, dan mengubahnya menjadi nutrisi yang diserap oleh tanaman.

Mikroorganisme mempunyai fungsi antara lain :

  1. Mengurai senyawa organik komplek menjadi nutrisi yang siap diserap oleh tumbuhan.
  2. Menghasilkan zat-zat yang berguna seperti antibiotik, enzim dan asam laktat yang mampu menekan pertumbuhan penyakit dan mendukung tanah yang sehat.

Akibat dari penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, tanpa kita sadari Mikroorganisme tersebut mati dalam proses pengelolaan tanah. Kita dapat mengembalikan Mikroorganisme tersebut dengan beberapa cara. Berikut adalah cara membuat Mikroorganisme Lokal atau biasa disebut MOL.

Bahan terbaik untuk membiakan mikroba adalah nasi tetapi tidak boleh terlalu lembut dan lengket, karena bakteri aerobik (yang memerlukan udara) tidak bisa hidup dilingkungan seperti itu. Dengen cara sebagai berikut ;

Bahan Nasi, Piti (Besek) kalau tidak ada bisa menggunakan bambu yang dibuat seperti kentong, kertas minyak dan karet gelang.

Ambil nasi pera kurang lebih 100 gram  dan masukan kedalam piti atau besek yang telah disipakan lalu tutup dengan menggunakan kertas minyak. Kemudian ikat dengan gelang karet atau bahan yang lain.

Selanjutnya  gali tanah dibawah pohon bambu dengan kedalaman 20 cm. Nasi yang sudah dimasukan kedalam besek tersebut masukan kedalam lubang. Kemudian ditutup dengan daun bambu yang kering, setelah 7 hari  nasi tersebut akan tumbuh jamur berwarna kuning, putih, hijau, merah. Inilah yang disebut dengan MOL I atau Mikroorganisme Lokal.

Bagaimana penggunaan dan manfaatnya bisa anda tunggu pada tulisan berikutnya.