Lahan milik desa seluas kurang lebih 0.5 Ha dimanfaatkan untuk menanam sayuran. Sepuluh orang petani yang rata-rata adalah perempuan memanfaatkan lahan tersebut. Lokasinya berada dipinggir desa sebelah timur Desa Melung.

Berbagai jenis sayuran berderet membentang. Cabai, pakcoy, kangkung, caisim, selada air, bayam dan bermacam jenis sayur lainnya dibudidayakan disini. 

Jalan atau pintu utamanya dibuat seperti lorong dari kerangka bambu. Kerangka bambu tersebut dimanfaatkan untuk merambatkan pohon labu (Welok). Sehingga jika disiang hari bisa dimanfaatkan untuk berteduh.

Kemarau seperti sekarang tak menyurutkan semangat petani. Bermodalkan dua buah ember mereka mengambil air untuk menyiram tanaman. Yang jaraknya kurang lebih 50 meter. Mereka mengambil air diselokan milik PLTA Ketenger. Bolak-balik sambil menjinjing bahkan menggendong ember dan jeligen berisi air.

Hal itu dilakukan karena sumber air yang biasa untuk mengairi lahan tersebut lagi dalam perbaikan.