Sawah dan kebun yang membentang luas, dibatasi oleh perbukitan-perbukitan dan Gunung Slamet yang berdiri kokoh di sisi utara. Suasana desa yang memberi ketenangan dan menyejukan hati. Dibalik itu semua, sejak tahun 2011 para Perangkat Desa Melung bergerak dan bekerja dengan kesungguhan hati untuk melepaskan diri dari identitas desa yang tertinggal. (16/1)

Keterisolasian tidak menjadi alasan bagi Agung Budi Satrio mantan Kepala Desa Melung untuk mengajak rekan-rekan Perangkat Desa pada tahun 2004 untuk terbuka terhadap informasi dan pengetahuan dari perkembangan dunia saat ini. Bermodalkan uang sekitar lima juta Rupiah, Budi mengajak SD dan SMP setempat untuk bekerja sama membangun jaringan wifi internet yang dapat dinikmati secara gratis oleh seluruh warga desa.

Budi mengatakan, “Di sekolah itu juga terdapat banyak masyarakat saya, artinya kalau sekolah diajarkan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi)-nya otomatis warga kami juga akan mengenal teknologi”.

Hingga saat ini sudah tersedia tujuh titik jaringan wifi internet yang tersebar hampir di seluruh wilayah Desa Melung.

“Kehadiran internet di Desa Melung pada awalnya memang diprioritaskan untuk para Perangkat Desa supaya wawasan dan ilmu pengetahuannya semakin bertambah. Hal ini diperlukan untuk menambah kapasitas diri, sehingga mereka dapat mengambil sebuah sikap dan kesimpulan terhadap persoalan-persoalan yang ada di desa”, tambah Budi.

Efek negatif dari kehadiran internet bukannya tidak disadari oleh para Perangkat Desa, namun hal itu tidak boleh menjadi menjadi alasan bagi desa untuk tidak mendapat akses informasi dan pengetahuan melalui jaringan internet. Peran orang tua juga dibutuhkan di dalam mengawasi penggunaan internet anak-anak mereka.

Pemasangan jaringan internet yang dilakukan di Desa Melung merupakan alat untuk membuka keterisolasian. Kendala biaya dan terbatasnya peralatan yang tersedia tidak menjadi halangan. Memang, sudah saatnya desa bergerak melepaskan diri dari ketertinggalan informasi dan ilmu pengetahuan.

Ditulis oleh : Bayu Dharma Mahasiswa ITB