melung.or.id

Diskusi Pemanfaatan Teknologi

Gedung Aula “Widya Mandala” Desa Melung siang itu (Rabu, 6 Maret 2013) nampak lain dari hari-hari biasa. Meja kursi tampak ditata dengan rapi dan dihias dengan sedemikian rupa sehingga ruangan nampak lebih indah. Persiapan ini dilakukan dalam rangka menyambut kunjungan dari Kominfo Kabupaten Banjarnegara, kunjungan ini adalah sebagai tindak lanjut dari kunjungan sebelumnya.

Beberapa hari yang lalu Kominfo Banjarnegara datang ke Desa Melung, dan mereka sangat terkesan dengan adanya website desa. Kedatangan kali ini “Kepengin melihat secara langsung dan belajar bersama bagaimana Desa Melung memanfaatkan Teknologi (internet)” seperti disampaikan oleh Tenang selaku Kepala Dinas Kominfo Banjarnegara. Kominfo juga mengajak perwakilan Kepala Desa dan Perangkat Desa di Kabupaten Banjarnegara anatar lain Desa Gumelem, Kaliwungu dan Desa Bandingan.

Dalam kata sambutannya Agung Budi Satrio selaku Kepala Desa Melung berbagi cerita tentang kondisi dan keadaan Desa Melung serta bagaimana Desa Melung menerapkan dan memanfaatkan ilmu dan teknologi dalam pembangunan desa. “Penyajian data secara online, data mudah dicari, dan yang tak kalah penting pelayanan kepada masyarakat akan lebih cepat, akurat dan efektif. Sehingga dengan Website orang dimanapun bisa melihat potensi yang ada di Desa Melung sehingga bisa dilihat oleh siapapun, bukan sebaliknya kebanyakan orang melihat dunia luar sehingga lupa dan bahkan tidak tahu potensi yang ada disekitanya”.

Mitra desa sebagai aplikasi untuk mengelola data penduduk dan bagaimana sistem itu bekerja, di peragakan oleh Sulastri. Mulai dari bagaimana meng-input data sampai dengan bagaimana sistem itu bisa dipergunakan untuk pelayanan terhadap masyarakat. Di tunjukan pula kehebatan sistem tersebut dimana untuk mencari warga masyarakat dengan meng-klik tombol kategori (pilihan) akan secara otomatis muncul sesuai dengan yang kita harapkan. “Dan dalam sistem tersebut juga dapat untuk melacak keberadaan warga masyarakat yang sedang berada diluar negeri sebagai TKI (Tenaga Kerja Indonesia)” seperti dituturkan oleh Sulastri.