Penulis: admindesa

SMS Center dan Posko Bencana Angin RIbut

(Melung 28 Januari 2012), bertempat di Kantor Balai Desa Melung tengah diadakan workshop scm “sms center melung” fitur baru dalam sid(sistem informasi desa). fasilitator yossy suparyo dan pri anton subardio dari BlankOn Banyumas dan pewarta higoss yang diikuti oleh kades melung, kades kutaliman, dan kades beji beserta perangkat pemdes melung. untuk menanggapi kesulitan penyaluran informasi waspada bencana angin ribut yang terjadi di desa melung. perangkat – perangkat desa yang hadir dan mencoba teknologi scm “sms center melung” dalam workshop mengikuti dengan penerapan langsung. menurut margino, sekdes pemdes melung, dengan scm diharapkan penginformasian terhadap warga cepat tersampaikan. “wahh, apik kiehh dengan teknologi scm ini saya dengan mudah dan cepat dapat memberikan dan menerima informasi terkini warga desa melung melalui sms,” ujarnya. pemdes melung bersama tagana(taruna siaga bencana) desa melung sebelumnya sudah mewaspadai akan bencana ini dengan membuat posko bencana angin ribut. warga desa melung sangat terbantu dengan adanya posko tersebut dengan ditambahnya scm ini benar membantu warga dalam penginformasian. hal itu disampaikan juga oleh budi satrio, kades desa melung. dengan ditambahkannya fitur baru yang sudah siap berjalan ini akan sangat membantu dalam informasi warga mewaspadai bencana angin ribut. “dengan scm ini dengan mudah saya dapat memonitoring keadaan warga desa dan desa melalui sms dan menghubungkannya dengan posko bencana agar terjadi kesinambungan informasi dan penanganan,” ujarnya. usaha posko bencana angin ribut dan scm teknologi penyampaian cepat informasi dengan sms ini diharapkan...

Read More

Mereka Tidak Dipusingkan Lagi Masalah Pupuk Urea

Anjloknya harga gabah hasil panen serta mahal dan langkanya pupuk serta obat-obatan adalah masalah rutin petani. Ini seolah sudah menjadi “takdir” yang digariskan bagi mereka yang terus berulang dan terjadi setiap tahun. Namun tidak demikian dengan petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Permata Sari di Desa Tirtosari, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Semua kepahitan itu hanyalah masa lalu belaka. “Walau harga gabah dan beras di pasaran naik turun tidak menentu, gabah dan beras milik kami tetap laku terjual dengan harga tinggi, Rp 3.500 per kilogram dan Rp 6.000-Rp 7.500 per kg,” ujar salah seorang petani, Haryadi. Gapoktan Permata Sari beranggotakan 72 petani sejak tahun 2004 menerapkan sistem pertanian semi-organik untuk secara perlahan melepaskan diri dari ketergantungan pupuk kimia. Luas tanam padi dengan sistem ini mencapai 50 hektar dan jenis padi yang ditanam adalah jenis mentik wangi susu, varietas lokal di desa tersebut. Dengan sistem ini, mereka hanya memakai pupuk kimia jenis phonska, sebanyak dua kuintal per hektar. Umumnya petani membutuhkan 3-4 kuintal phonska per hektar. Pupuk lainnya adalah pupuk kandang, sebanyak 10 ton per hektar, serta Ferinsa (fermentasi urine sapi) sebagai pupuk hijau, sebanyak 1-1,5 liter per hektar. Saat memakai pupuk kimia, biaya yang dikeluarkan petani hingga panen sekitar Rp 1 juta per hektar, dengan sistem pertanian semi-organik Rp 1,3 juta. Di Banyumas, sekitar 100 petani di Desa Melung, Kecamatan Kedung Banteng, menerapkan sistem pertanian organik sejak 2009....

Read More

Membantah Kabar Tentang Adanya Latihan Teroris di Wilayahnya

:Selasa, 12 Juni 2007 – 16:20 | Kategori: Hukum-kriminal Merdeka.com – Kepala Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, . “Memang desa ini sering digunakan untuk latihan oleh Brimob, pecinta alam dan aktivitas lainnya, tetapi saya tidak pernah mengetahui atau melihat adanya kegiatan yang mencurigakan di sekitar sini,” kata Kades Melung, Budi Satrio, di esa Melung Banyumas, Selasa. Menurut dia, hanya satuan Brimob yang selalu mengajukan izin atau pemberitahuan, apabila hendak latihan di Desa Melung. “Untuk kelompok atau organisasi lain, jarang mengajukan surat izin,” kata dia. “Selain itu tidak ada keluhan atau laporan dari masyarakat tentang adanya kegiatan yang mencurigakan sehingga desa ini dapat dikatakan masih aman,” katanya. Dia mengakui sebagian wilayah di desanya berupa hutan, baik hutan rakyat maupun hutan yang dikelola Perhutani. “Seperti hutan di Gunung Agaran dan Gunung Botak merupakan hutan rakyat, sedangkan yang biasa digunakan untuk latihan adalah hutan Perhutani di Gunung Cendana,” kata dia. Ia mengatakan, jalan untuk menuju Gunung Cendana biasanya melalui Grumbul Kalipagu di Desa Ketenger, Kecamatan Baturaden Banyumas....

Read More

Hasil Bumi dan Pohon pun Diarak Keliling Desa

MEMASUKI bulan sura ini, kepercayaan sebagian masyarakat Jawa tak lekang dengan prosesi ruwatan bumi. Hampir setiap desa atau kelompok masyarakat tertentu menggelar ritual tahunan dengan berbagai ragam acara. Mereka menumpahkan syukur dengan tradisi kedaerahan masing-masing. Itu semua dilakukan sebagai wujud syukur kepada Sang Pencipta atas nikmat karunia dalam penghidupan di bumi setahun terakhir ini. Upaya pelestarian tradisi itu, salah satunya dilakukan oleh masyarakat desa pinggiran hutan, Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng. Pagi itu, pukul 08:00 tak biasanya semua warga tumpah ruah keluar rumah. Mulai dari anak-anak hingga orang tua lanjut usia menyatu dengan kabut tebal dan udara dingin pegunungan lereng Gunung Slamet ini. Di desa berpenduduk sekitar 2.079 jiwa tersebut, semua warga dan sesepuh desa berkumpul bersama untuk melakukan pesta rakyat. Setiap gerumbul (RW) menyiapkan berbagai atraksi kesenian yang dimiliki. Dalam pesta utama yang digelar di lapangan desa kompleks balai desa, panitia menyiapkan acara inti arak-arakan. Dalam arak-arakan tersebut turut dibawa berbagai jenis sajian berupa aneka hasil bumi dan semua simbol penghidupan. Semua jenis hasil bumi mulai dari sektor seperti padi, jagung, kacang, ketela, pisang dibawa. Anehnya simbol hasil bumi itu disajikan secara utuh. Misalnya padi, diambil mulai dari akar sampai untaian butirannya, umbi sampai pohon dan pisang bersama ponggolnya. Hasil hutan, berbagai jenis pohon juga diambil. Kalau pohonnya besar cukuplah diambil dahan atau rantingnya. Termasuk juga rumput. Simbol air diambil dari tujuh sumber air yang berada di sekitar desa. Air...

Read More

FACEBOOK

https://www.facebook.com/pasarmelung.id/

Pasar Melung

Pengalaman di Desa Melung