Penulis: admindesa

Dukun Bayi dan Kesadaran Kesehatan Warga

Dukun bayi adalah seseorang yang berprofesi membantu proses kelahiran, memandikan dan merawat bayi saat lahir. Dalam menjalankan tugas mulianya dukun bayi membantu seseorang yang akan melahirkan mulai dari umur tujuh bulan bayi dalam kandungan hingga bayi lahir. Bahkan setelah bayi lahirpun masih menjadi beban tanggungjawabnya selama hampir kurang lebih 40 (empat puluh) hari. Maka tidak heran kalau kemudian seseorang yang berprofesi sebagai dukun bayi pasti memiliki keahlian khusus serta memiliki mantra-mantra tertentu. Mulai dari membuat ramuan bayi sang ibu yang baru melahirkan, sampai menyepuh bayi dalam rendaman air yang telah diberi sepuhan (lading) pisau, garam dapur, nasi, jeruk nipis dan buah mentimun yang masih utuh. Setelah bayi berumur empat puluh hari diadakan sebuah upacara yang disebut wisuh(membasuh). Upacara ini dimulai dari memandikan sang bayi dengan air yang telah diberi beberapa mantra. Selain sang bayi sang ibu juga membasuh kedua tangan dan kakinya sebagai permohonan maaf, dan sang ibu beserta keluarga mengucapkan rasa terima kasih telah dibantu dalam prose kelahirannya. Di awal tahu 1995 Desa Melung kedatangan Bidan Desa untuk membantu ibu hamil yang akan melahirkan. Maka sejak saat itu beban atau tugas sebagi dukun bayi tidak hanya berada dalam tanggungjawab sang dukun bayi. Kerjasama antara bidan desa dan dukun bayipun mulai dibangun dengan saling berbagi dalam menolong proses kelahiran. Sang dukun bayi dengan adat kejawennya dan bidan desa dengan ilmu akademiknya, sebuah perpaduan dan kerjasama dalam menolong sesama. Namun...

Read More

Kemarau dan Bayang-bayang Kekeringan

Melung 3 September 2015. Sudah bulan September, namun hujan belum juga turun. Kegelisahan mulai dirasakan, debu mudah mengepul beterbangan terbawa angin. Jangankan untuk mengaliri sawah dan menyiram tanaman untuk kebutuhan sehari-hari saja air semakin sulit didapat. Sedih memang melihat benih yang terlanjur disemai semakin lama semakin berwarna kuning untuk kemudian mati akibat kekeringan. Saluran air yang biasanya cukup untuk mengaliri sawah kini telah kering, hanya menyisakan lubang-lubang tempat kepiting bersemayam. Sumber air yang masih tersisa pada akhirnya diperuntukan untuk keperluan sehari-hari. Sebuah pengambilan keputusan yang memaksa para petani untuk tidak bercocok tanam. Karena dengan sumber yang sama biasanya petani memanfaatkan sumber tersebut untuk mengaliri lahan pertanian mereka. Menanam palawija menjadi pilihan dalam bercocok tanam, sambil menunggu musim penghujan datang. Tetapi lagi-lagi para petani merasa kecewa karena bibit jagung yang mereka tanampun tidak tumbuh. Yah kemarau hampir 4 (empat) bulan ini tidak memberikan pilihan. Debu yang semakin tebal tidak memungkinkan juga untuk menanam palawija. Kemarau yang cukup panjang ini juga dirasakan para peternak di Desa Melung. Saat kemarau seperti sekarang ini banyak rumput yang mati akibat kekeringan. Kalaupun ada rumput yang masih tersisa kebanyakan tempatnya sudah sangat jauh di dalam hutan. Sehingga untuk mendapatkan satu pikul rumput para peternak menghabiskan waktu minimal 3 (tiga) jam, yang biasanya jika di musim penghujan bisa dilakukan dalam satu jam. Itupun terkadang rumput sudah bercampur dengan debu, sehingga rumput harus dicuci terlebih dahulu. Kegelisahan...

Read More

Potensi Yang Mulai Berkembang Dengan Budidaya Lebah Madu

Melung 16 Agustus 2015. Budidaya lebah madu di Desa Melung telah menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan. Hal inidibuktikan dengan adanya kelompok budidaya lebah madu yangberanggotakan7 (tujuh) anggota, Darkam adalah salah satu anggotanya. Beliau pernah menjual hingga 40 botol madu dalam satu hari pada saat acara EXPO di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Darkam sendiri sudah mulai terjun dalam usaha budidaya lebah madu kurang lebih selama 30 tahun sejak tahun 1980an. Lebah yang dibudidayakan oleh beliau ada bermacam-macam jenis. Diantaranya adalah lebah hutan lokal dan lebah klanceng, yang masa panen madunya sendiri juga berbeda untuk masing-masing jenisnya. Begitu juga...

Read More

Siswa TA 2015/2016 PAUD Terpadu Melung Meningkat

Pendidikan menjadi pelayanan dasar bagi pemerintah untuk mengembangkan dan mengoptimalkan peningkatan sumber daya manusia dan yang lebih penting pendidikan pada masa usia dini dimana masa tumbuh kembang anak sangat pesat dan penyerapan pengetahuan dan interaksi sosial begitu  cepat, sehingga dalam pendidikan usia dini ini harus menjadi perhatian yang serius. Dalam Tahun Ajaran 2015/2016 ini PAUD Terpadu (TK Pertiwi dan Kelompok Bermain Satria Jaya) menerima siswa yang cukup banyak, untuk TK Pertiwi siswa berjumlah 32 orang sedangkan untuk Kelompok Bermain (KB) sebanyak 27 orang siswa baik dari dalam desa Melung ataupun dari luar desa.  Hal ini cukup menggembirakan karena kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan sudah mulai tumbuh secara perlahan di Desa Melung, dan terbangunnya sistem parenting yang dilakukan berkala oleh para tenaga didik sehingga hubungan antara tenaga pendidik dan orang tua siswa terbangun untuk mensinkronisasikan apa yang didapat di sekolah dan dirumah harus selaras.  Dari jumlah siswa tahun ini belum semua balita usia 3-4 tahun yang ada di Desa Melung dapat bersekolah dengan berbagai alasan keluarga terutama adalah persoalan ekonomi dan belum juga dapat melayani pendidikan secara maksimal warga terutama yang jauh dari jangkau lokasi PAUD Terpadu. Pada sisi lain beban biaya operasional pun akan semakin meningkat, beruntung keswadayaan warga masih tumbuh disamping iuran dari wali murid untuk menambah biaya operasional dan insentif tenaga pendidik walaupun sangat kecil dibanding beban dalam mendidik anak usia dini yang jelas berbeda penanganannya....

Read More

Gula Kristal Sebagai Upaya Peningkatan Penghasilan Penderes Gula Kelapa

Melung 18 Agustus 2015, tanaman kelapa merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat, mulai dari ujung daun sampai ujung akarnya dapat dimanfaatkan. Tanaman kelapa ini dapat menghasilkan nira yang akan dijadikan gula yang sering disebut gula merah cetak. Melung merupakan salah satu desa yang berpotensial memproduksi gula merah cetak. Gula merah cetak merupakan salah satu mata pencaharian warga Melung khususnya warga RW 04 Salarendeng, Melung. Salah satu warga yang memproduksi gula merah cetak yaitu Bapak Daryanto RT 02/04 Salarendeng, Melung. Meskipun sudah berusia lanjut, Bapak Daryanto masih dapat menderes dan memproduksi gula merah cetak untuk memenuhi kehidupan mereka sehari-hari. Dalam...

Read More

FACEBOOK

https://www.facebook.com/pasarmelung.id/

Pasar Melung

Pengalaman di Desa Melung