Penulis: admindesa

Peserta Didik PAUD Terpadu Melung Meningkat di Tahun 2015

Pendidikan menjadi pelayanan dasar bagi pemerintah untuk mengembangkan dan mengoptimalkan peningkatan sumber daya manusia dan yang lebih penting pendidikan pada masa usia dini dimana masa tumbuh kembang anak sangat pesat dan penyerapan pengetahuan dan interaksi sosial begitu  cepat, sehingga dalam pendidikan usia dini ini harus menjadi perhatian yang serius. Dalam Tahun Ajaran 2015/2016 ini PAUD Terpadu (TK Pertiwi dan Kelompok Bermain Satria Jaya) menerima siswa yang cukup banyak, untuk TK Pertiwi siswa berjumlah 32 orang sedangkan untuk Kelompok Bermain (KB) sebanyak 27 orang siswa baik dari dalam desa Melung ataupun dari luar desa.  Hal ini cukup menggembirakan karena kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan sudah mulai tumbuh secara perlahan di Desa Melung, dan terbangunnya sistem parenting yang dilakukan berkala oleh para tenaga didik sehingga hubungan antara tenaga pendidik dan orang tua siswa terbangun untuk mensinkronisasikan apa yang didapat di sekolah dan dirumah harus selaras.  Dari jumlah siswa tahun ini belum semua balita usia 3-4 tahun yang ada di Desa Melung dapat bersekolah dengan berbagai alasan keluarga terutama adalah persoalan ekonomi dan belum juga dapat melayani pendidikan secara maksimal warga terutama yang jauh dari jangkau lokasi PAUD Terpadu. Pada sisi lain beban biaya operasional pun akan semakin meningkat, beruntung keswadayaan warga masih tumbuh disamping iuran dari wali murid untuk menambah biaya operasional dan insentif tenaga pendidik walaupun sangat kecil dibanding beban dalam mendidik anak usia dini yang jelas berbeda penanganannya....

Read More

Pelaksanaan Pembangunan di Desa Melung

Melung 25 September 2015, Tercatat ada 9 (sembilan) kegiatan pembangunan fisik yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Melung. Pelaksanaan pembangunan tersebut dilaksanakan secara serentak pada Bulan September 2015. Pembangunan tersebut antara lain irigasi, talud kantor desa, pengerasan jalan lingkungan, pos ronda dan pengembangan kantor lembaga desa.Semua kegiatan pembangunan fisik tersebut bersumber dari alokasi dana desa (ADD) dan dari dana desa (DD). Menurut M. Soim Fatkhurrohim selaku sekretaris Desa Melung, bahwa kegiatan ini semestinya sudah bisa dilaksanakan dari dulu setelah turunnya baik dana ADD maupun dana DD, akan tetapi karena dalam apbdes masih berbunyi bantuan keuangan sehingga belum bisa dilaksanakan dan...

Read More

Situs Batur Macan terletak di Dukuh Kaliputra, Desa Melung

Situs Batur Macan terletak di Dukuh Kaliputra, Desa Melung, ditengah-tengah areal perkemahan Perhutani. Dinamakan situs Batur Macan menurut cerita masyarakat setempat, situs tersebut pinggirannya terdapat tumpukan batu yang menyerupai pondasi (batur dalam bahasa Jawa) dan sering dijumpai adanya seekor harimau (macan) di sekitar lokasi tersebut, bahkan situs tersebut dianggapnya sebagai kuburan harimau (macan). Sebenarnya situs tersebut merupakan punden berundak yang berfungsi sebagai tempat pemujaan kepada arwah nenek moyang pada masa prasejarah yang berorientasi ke arah utara dan selatan dengan mengagungkan gunung Slamet yang dianggapnya sebagai tempat bersemayamnya para arwah nenek moyang. Di sekitar situs tersebut tepatnya di sebelah timur terdapat aliran sungai yang digunakan sebagai tempat bersuci pada masa prasejarah, sebelum memasuki tempat pemujaan arwah nenek moyang. Peninggalan yang terdapat di lokasi situs tesebut antara lain tatanan batu yang berfungsi sebagai altar persembahan sesaji kepada arwah nenek moyang dan dua buah batu menhir besar dan kecil dengan bahan dasar batu andesit, batu menhir yang besar berukuran tinggi 37 cm, garis tengah 20 cm, sedangkan batu menhir yang kecil berukuran tinggi 23 cm, garis tengah 20 cm. Batu menhir tersebut berfungsi sebagi sarana ritual dan dianggapnya sebgai tempat bersemayamnya roh nenek moyang. Luas situs secara keseluruhan panjang 6 m dan lebar 5,8 m, sedangkan luas areal sekitar situs panjang 15 m dan lebar 10,5 m. Lokasi situs tersebut berada pada kertinggian 700 m dari permukaan laut. Pengelolaan pemeliharaan situs tersebut...

Read More

Saat Bencana Angin RIbut Listrik Padam

Selama tiga hari terakhir, 25-27 Januari 2012, warga Desa Melung tak bisa tidur nyenyak. Siap saat mereka harus siaga untuk menyelamatkan diri saat angin kencang melanda desa. Meski pada sore hari langit cerah, malam harinya warga bisa bertumpah ruah di jalan-jalan karena angin kencang tiba-tiba datang. Hal itu dikatakan oleh Kepala Desa Melung, A Budi Satrio. Pada Kamis (26/1/2012) sore langit di atas Desa Melung sangat cerah. Meski rumahnya tak beratap lengkap, pria separuh baya ini bisa tersenyum lebar. “Seperti berada di Planetarium. Kita bisa tidur di ruang tamu sambil menatap bintang-bintang. Indah sekali,” kisahnya. Situasi berubah pada Jumat dinihari pukul 02.00 hujan turun. Semua warga bangun untuk menyelamatkan barang-barang berharganya, terutama alat elektronik. Mereka harus basah kuyup karena sebagian besar atap rumahnya rusak diterjang angin. Bagi Budi Satrio, bencana yang menimpa desanya menjadi bahan pelajaran yang sangat berharga. Warga bisa belajar tentang pengetahuan penanganan bencana. Dia juga bahagia karena pada saat bencana semangat kebersamaan warga justru makin menguat. “Ini laboratorium bagi kami untuk belajar tentang penanganan kebencanaan. Kita harus melihat seluruh hambatan dan kendala penanganan bencana menjadi tantangan yang penting untuk dicari jalan keluarnya,” tambahnya. Warga Desa Melung berharap PLN bisa cepat menangani masalah layanan listrik. Tanpa listrik, semua orang harus bekerja ekstra keras, baik dalam siaga keamanan maupun penanganan korban bila sewaktu-waktu angin kencang datang Sumber...

Read More

FACEBOOK

https://www.facebook.com/pasarmelung.id/

Pasar Melung

Pengalaman di Desa Melung