Penulis: admindesa

3 Rumah di Desa Melung Direlokasi

Wakil Bupati Banyumas, Sadewo pada Rabu (2/2) menyempatkan mengunjungi lokasi pergerakan tanah. Dalam kunjungan tersebut juga didampingi Camat Kefungbanteng, Polsek, Koramil Kedungbanteng, dan juga BPBD Kabupaten Banyumas. Lokasi pergerakan tanah berada di Desa Melung tepatnya Grumbul Depok RT 02/01. Semula pada tempat tersebut ada tiga rumah. Namun karena tanah yang terus bergerak turun, ketiga rumah tersebut sudah direlokasi. Terakhir direlokasi rumah Siam Darmanto pada (24/12) direlokasi ke RT 05/02. Setelah sebelumnya rumah Wasim dan Agus direlokasi terlebih dahulu. Tanda-tanda pergerakan tanah sudah terlihat lama, dengan ditandai retaknya dinding dan pondasi rumah. Apalagi jika hujan turun secara terus menerus, maka semakin lebar retakan yang ada didinding. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan maka disarankan untuk pindah. Walaupun tidak mudah untuk melakukan relokasi apalagi sampai tiga rumah. Menyiapkan tempat untuk tinggal dan biaya membangun kembali menjadi kendala. Seperti rumah milik Agus yang dihancurkan, menyisakan atap dan beberapa kusenan pintu dan jendela yang nasih bisa digunakan. Secara bertahap dan bergotongroyong kini tiga rumah tersebut sudah...

Read More

Kunthung Anyaman Bambu Warisan Leluhur

Melung 20 Desember 2018, Bambu merupakan tanaman masyarakat Indonesia yang sudah dikenal secara luas dan memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Termasuk di Desa Melung ketersediaan akan tanaman bambu cukup melimpah. Bambu juga memiliki sifat-sifat yang baik untuk dimanfaatkan, antara lain batangnya kuat, ulet, lurus, rata, keras, mudah dibelah, mudah dibentuk dan mudah dikerjakan serta ringan sehingga mudah diangkut. Selain itu, bambu juga relatif murah dibandingkan dengan bahan bangunan lain karena banyak ditemukan di sekitar pemukiman pedesaan. Bambu banyak dipergunakan untuk keperluan alat-alat rumah tangga. Seperti cething, cepon, kunthung, tampah, dan masih banyak lagi.  Namun secara umum saat ini masyarakat konsumen tidak lagi memilih hasil kerajinan untuk memenuhi kebutuhannya akan alat rumah tangga. Hal ini karena banyak pilihan lain yang lebih modern. Akibatnya, kerajinan tangan seperti anyaman bambu sebagai alat rumah tangga kehilangan pamor, dikalahkan oleh barang-barang yang kelihatan lebih berbau modern dan maju tersebut. Oleh karena itu diperlukan adanya peningkatan nilai fungsi dan bentuk terhadap bambu untuk dapat bersaing dengan barang-barang yang dinilai lebih modern oleh masyarakat dari segi fungsi dan bentuk yang inovatif serta sentuhan tangan manusianya sehingga bambu dapat berfungsi dan mampu menjadi daya pikat sebuah susunan tata ruang masa kini yang akan lebih disukai. Dalam rangka menjaga warisan leluhur (kerajinan anyaman bambu) Pemerintah Desa mencoba untuk membuat pelatihan tentang anyaman bambu. Dengan harapan kerajinan bambu akan berkembang dan banyak diminati oleh masyarakat. Disamping...

Read More

Sehat Dimulai Dari Diri Sendiri (GERMAS)

Melung 22 Desember 2018, Dalam rangka memperingati hari Ibu Team Penggerak PKK Desa Melung mengadakan pencanangan “GERMAS“. Dalam gerakan masyarakat tersebut diisi dengan kegiatan mengkampanyekan hidup sehat. Antara lain dengan melakukan senam bersama, makan buah segar, pelayanan kesehatan dan pembagian doorprice. Hadir dalam pencanangan Germas Kader PKK, Posyandu, Lansia, Kader kesehatan, Puskesmas Kedungbanteng, Bidan Desa, serta Forkompinkec Kedungbanteng. Dengan hiburan kentongan.  GERMAS adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat. Dengan meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat. Aksi GERMAS ini juga diikuti dengan memasyarakatkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan dukungan untuk program infrastruktur dengan basis masyarakat. Rajin melakukan aktifitas fisik Perilaku kehidupan modern seringkali membuat kebanyakan orang minim melakukan aktifitas fisik. Baik aktifitas kerja maupun berolahraga. Kemudahan dalam kehidupan dengan bantuan teknologi dan kurangnya waktu karena kesibukan menjadikan orang untuk menjalani hidup yang kurang sehat. 2. Budaya mengkonsumsi buah dan sayur Ketersediaan makanan yang serba praktis dan enak seringkali menjadi alasan berkurangnya mengkonsumsi sayur dan buah. Beberapa jenis makanan dan minuman sebaiknya dikurangi atau dihentikan konsumsinya. 3. Melakukan cek kesehatan secara rutin Salah satu bagian dari arti germas sebagai gerakan masyarakat hidup sehat adalah dengan lebih baik dalam mengelola kesehatan. Salah satunya adalah dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan tidak hanya datang ke rumah sakit atau puskesmas ketika sakit saja. Langkah ini dapat memudahkan mendeteksi penyakit atau masalah kesehatan lebih dini. 4. Memberikan ASI Tuntuan terhadap profesional pekerjaan sehingga melupakan kodrat wanita...

Read More

Hujan Deras Mengakibatkan Longsor

Melung 4/12, Hujan yang deras mengakibatkan tanah longsor dibeberapa titik. Disamping hujan, longsor juga diakibatkan faktor tanah yang labil. Tercatat ada 4 titik longsor ringan, salah satunya pada ruas jalan Melung-Kutaliman. Tepatnya berada di Grumbul Salarendeng. Akibat longsor ruas jalan tersebut tidak bisa dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Berkat kesigapan masyarakat dalam mengatasi bencana, jalan sudah bisa digunakan seperti sediakala. Berbagai unsur lembaga masyarakat seperti FPRB, Tagana dibantu oleh BPBD dan masyarakat sekitar bahu membahu mengatasi longsor. Ditengah rintik gerimis yang masih turun, tidak mengurangi semangat dalam membersihkan longsoran tanah. Sementara pada titik longsor yang lain dikerjakan keesokan harinya. Kesigapan dan semangat kegotongroyongan menjadi kekuatan dalam menghadapi...

Read More

FACEBOOK

https://www.facebook.com/pasarmelung.id/

Pasar Melung

Pengalaman di Desa Melung