Melung (25/1), Untuk menunjang jalannya roda Pemerintahan Desa dalam hal keuangan, maka Pemerintah Desa Melung melalui panitia lelang tanah suksara desa mengadakan lelang untuk tahun 2013 samapi 2014.  Adapun tanah suksara desa yang dilelang seluas 13.365 m3 merupakan lahan kering dan hanya bisa untuk tanaman palawija.

Setelah sebelumnya Pemerintah Desa Melung mengadakan musyawarah dengan BPD pada tanggal 19 Januari 2013, untuk pembahasan tanah suksara desa yang sekaligus membentuk panitia lelang tanah suksara desa.  ”Dalam musyawarah tersebut diambil kesepakatan bahwa nantinya walaupun dilelang akan tetapi dalam pengelolaannya diharapkan untuk ditanami sayuran organik untuk dapat menyuplai permintaan kebutuhan sayur organik yang pemesanannya semakin meningkat dan juga untuk mendukung program desa menuju Desa Melung sebagai Desa Agrowisata” seperti disampaikan oleh Khoeruudin yang merupakan Perangkat Desa Melung.

Memang untuk dapat mewujudkan program “Desa Agrowisata” banyak sekali tantangan yang mesti dilalui, apalagi kalau untuk tanaman organik. Sebagian atau bisa dikatakan masyarakat sudah terbiasa dengan sesuatu yang serba praktis tak terkecuali dalam menggunakan pupuk.  Selama ini pupuk kimia menjadi pilihan yang dianggap praktis, dan untuk merubah cara pengolahan tanah khususnya dalampemupukan juga menjadi kendala di masyarakat.  Ini merupakan salah satu hasil musyawarah dalam penyampaian analisa persoalan tentang sayuran organik yang ada di Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng.

Disamping kebiasaan masyarakat selama ini dalam pemupukan juga muncul persoalan lain yaitu adanya pembayaran yang tidak dibayarkan secara langsung kepada petani, petani harus menunggu sampai kurang lebih setengah bulan.  Karena memang menunggu dari swalayan tempat sayuran biasa dikirim atau dititipkan  dan hal tersebut kiranya yang membuat petani jadi ogah-ogahan dalam mengelola kebun sayur organik.