@kangmargino

Kepulangan TKI

Melung 29 November 2012, Siang itu suasana cukup cerah bahkan boleh dibilang panas karena waktu menunjukan tepat pukul 12.15 WIB, kantor balai Desa Melung kedatangan 2 orang tamu. Tamu tersebut adalah perangkat desa Kelurahan Berkoh Purwokerto Selatan yang mengantarkan warganya. Setelah berbasa-basi kemudian 2 orang tamu tersebut menyampaikan maksud kedatangannya untuk minta di buatkan surat keterangan domisili atau kependudukan dari Desa Melung.

Bukan sebuah persoalan besar bagi kami selaku perangkat desa yang memang sehari-harinya biasa melayani kebutuhan masyarakat terkait dengan surat-menyurat ataupun urusan yang berhubungan dengan kepemerintahan. Yang terasa aneh dan sedikit mencengangkan adalah ketika orang tersebut yang bukan warga masyarakat Desa Melung dan kami dimintai tolong untuk membuatkan surat keterangan domisili atau kependudukan dengan menggunakan cap dan stempel Desa Melung.

Adalah Siti Supiah (38) warga Kelurahan Berkoh RT 01/02 Kecamatan Purwokerto Selatan yang datang dengan didampingi oleh salah seorang perangkat desanya, untuk minta dibuatkan surat keterangan domisili. Siti Supiah merupakan seorang TKW (Tenaga Kerja Wanita) yang kala itu berangkat ke Taiwan melalui PT. HOSANA JASA PERSADA yang beralamatkan di Jalan Tanjung Duren Barat I No. 25A Jakarta Barat melalui agen Cilacap. Pihak perusahan yang memberangkatkan Siti Supiah ternyata menggunakan identitas calon TKW dengan alamat palsu.

Siti Supiah berangkat ke Taiwan melalui agen Cilacap pada tahun 2002 dan ditinggal di Taiwan sebagai TKW selama 3 (Tiga) tahun. Tahun 2005 Siti Supiah pulang ke kampung halamannya dan setelah itu Siti bekerja sebagai staff di salah satu SMA di Purwokerto. Selama di Taiwan Siti Diwajibkan menabung oleh majikannya, dan Siti menabung melalui CINATRAS (semacam Bank). Sudah sangat lama Siti ingin mengambil tabungannya akan tetapi terkendala perbedaan alamat yang sesuai paspor beralamatkan di Desa melung RT 03/02. Untuk bisa mengambil tabungan di CINATRAS alamat harus sesuai dengan yang tertera pada paspor. Dan baru sekarang Siti memberanikan diri untuk mengurus segala keperluannya agar uangnya yang ada di CINATRAS bisa diambil karena memang Siti lagi membutuhkan uang.

Paspor dengan seri nomor AE 297225, alamat Siti Supiah yang seharusnya beralamatkan di Kelurahan Berkoh RT 01/02 Kecamatan Purwokerto Selatan, ternyata dalam paspor tersebut alamatnya Desa Melung RT 03/02 Kecamatan kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Sehingga pada saat Siti Supiah akan mengambil uang tabungannya yang ada di CINATRAS alamatnyaharus disesuaikan dengan alamat yang tertera di paspor.

Dalam pembicaraannya Agung Budi Satrio sebagai Kepala Desa Melung mengatakan “Ini bukan tanggung jawab kami untuk mengeluarkan surat tersebut,karena kami tidak pernah merasa untuk membuatkan surat legalisasi calon TKI (Tenaga Kerja Indonesia) untuk saudara. Hal seperti ini sudah pernah kami alami bahkan dahulu kami juga pernah dikirimi mayat yang setelah diusut ternyata itu bukan warga kami melainkan warga Desa Sumbang Kecamatan Baturraden.

“Saya selaku pemerintah desa merasa ini adalah sebuah penghinaan terhadap Negara karena ini adalah dokumen resmi negara karena disini tertera lambang negara (sambil menunjukan paspor tersebut). Dan saya mengingatkan agar hati-hati dan teliti terhadap dokumen negara jangan sampai ada kesalahan baik nama maupun alamat.

“Pada umumnya karena desakan ekonomi saya sebagai calon TKI tidak pernah memikirkan sampai ke hal-hal yang njlimet seperti itu, karena yang terlintas dipikiran saya adalah bagaimana saya bisa menjadi TKW dan bisa merubah nasib. Dan terus terang saja saya tidak pernah tahu akan berakhir dengan seperti ini”, ucap Siti Supiah sambil berkali meminta maaf atas keteledoran yang pernah dilakukannya.