Salah satu dinding rumah yang mulai retak

Musim kemarau tahun ini telah berakhir, dan berganti dengan musim penghujan. Kegembiraan nampak diwajah para petani, karena dengan turunnya hujan berarti mereka akan bisa mengolah lahan pertaniannya (sawah) sebagai salah penopang kehidupan. Cerita Ibu-ibu dipagi hari yang ribut karena air yang tidak mengalir, kini tak lagi terdengar.  Saluran airpun kini telah penuh dengan air yang melimpah, tidak ada lagi percekcokan dan perebutan air.

Namun dibalik melimpahnya air karena memasuki musim penghujan, masyarakat juga harus waspada akan adanya bahaya tanah longsor. Seperti di wilayah Depok dan sebagian Kaliputra Desa Melung merupakan daerah rawan tanah longsor. Apalagi setelah kemarau yang cukup lama, kemudian turun hujan hal ini sangat memungkinkan adanya pergerakan tanah (longsor).

Indikasi adanya pergerakan tanah longsor sudah mulai terlihat dari beberapa bangunan (rumah) penduduk yang mulai retak-retak pada bagian dindingnya. Disamping pada dinding, retakan juga terlihat dengan jelas pada lantai rumah.

Dari informasi yang disampaikan oleh Natim (Kadus I) Desa Melung, 4 (empat) rumah yang dinding dan lantai rumahnya mulai terlihat retak adalah : Sutarto dan Tarsudi yang beralamat di RT 02/02 Kaliputra, Sukarti RT 03/01, dan rumah Wasim Achmad Saheri RT 02/01 Depok. “Dari keempat rumah tersebut pada umumnya masih bisa dihuni akan tetapi perlu waspada karena sewaktu-waktu bisa saja terjadi adanya tanah longsor yang lebih kuat” seperti dituturkan oleh Natim.