Hutan Bukit Cendana

Melung (11/12), Sekelompok pemuda yang menamakan dirinya Comunitas Cendana Desa Melung besok tanggal 12 Desember 2012 akan mengadakan kegiatan reboisasi hutan.  Lokasi yang akan di reboisasi adalah kawasan hutan negara yang dikelola Perum Perhutani tepatnya petak 57 E.  Rencananya mereka akan menanam pohon tahunan seperti aren dan juga pucung.

Beberapa jenis pohon menjadi pilihan karena pohon-pohon tersebut memang sangat mendukung terhadap konservasi hutan.  Rencananya mereka akan menanam sekitar 100 pohon dan akan ditanam disekitar sungai kecil yang ada disebelah tenggara dari bukit cendana yang masuk dalam petak 57 E.  Dari seratus pohon yang akan ditanam merupakan hasil pembibitan kelompok Comunitas Cendana, selain juga mereka kan menanam beberapa pohon kopi disela-sela tanaman yang sudah ada.

Rohmat salah satu anggota Comunitas Cendana mengatakan bahwa “Tujuan dari kegiatan ini adalah disamping untuk menjaga kawasan hutan agar nampak hijau juga untuk menjaga ketersediaan air dengan menanam pepohonan yang banyak menyerap air seperti pucung dan juga aren”  Disamping juga untuk mempertahankan beberapa satwa yang keberadaanya sudah hampir punah, yang salah satu faktor utamanya karena tidak tersedianya makanan disamping juga akibat adanya perburuan.

Comunitas Cendana sendiri merupakan sekelompok pemuda yang peduli dengan alam (hutan) tempat mereka tinggal, yang sampai saat ini anggotanya baru ada 10 orang.  Kedepan dari seratus pohon yang ditanam, mereka per-anggota akan merawat masing-masing 10 pohon.  Kalau kemudian ada bibit pohon yang mati anggota yang ditugaskan merawat diwajibkan untuk menyulam atau menggantinya untuk ditanam kembali.  Kegiatan ini didukung oleh Pemerintah Desa Melung, MPIL (Mahasiswa Informatika Peduli Lingkungan) dan juga Biodiversity Society Purwokerto

“Saya sangat senang dengan apa yang mereka lakukan, walaupun hanya dengan 100 pohon akan tetapi semangat dan kepedulian meraka itu merupakan sebuah langkah maju demi kelestarian hutan.  Dan kedepan cerita hutan gundul serta bahaya tanah longsor mudah-mudahan tidak akan terjadi di Desa Melung khususnya dan kawasan pinggir hutan pada umumnya” Tutur Agung Budi Satrio Kepala Desa Melung.